Situs Watu Celek (Batu Penis) Dalam Makam Datuk Pardun

- Mei 12, 2018
Di Cirebon tepatnya di JL Siliwangi Kota Cirebon tepat didepan Bank BJB ada peninggalan Arkeologis unik berupa batu yang menyerupai jenis kelamin laki-laki, orang Cirebon menamainya watu celek. Celek sendiri secara bahasa bermaksud penis yang telah disunat. Letaknya disamping makam Datuk Pardun, Murid Syekh Siti Jenar yang terbunuh sebagai akibat dari upaya gagalnya dalam membunuh Sultan Cirebon.

Peletakan watu celek di samping situs makam tokoh pemberontak itu tentu mempunyai latar belakang dan sejarahnya tersendiri, sebab memang dizamanya peletakan simbol-simbol tertentu dalam situs Arkeologis mempunyai maksud dan maknanya tersendiri.

Situs watu celek sendiri kini banyak dijiarahi oleh para wanita, terutamanaya oleh wanita-wanita yang belum juga mendapatkan keturunan, entah bagaimana awal mulanya tapi yang jelas kebayakan diantara mereka datang ke situs tersebut untuk berdoa, dan kemudian menggusap-ngusap batu itu dengan tangannya untuk kemudian ditempelkan pada perutnya, harapanya begitu, agar cepat diberikan anak.  

Selain itu, menurut penuturan tukang becak di daerah seputar situs, katanya banyak juga wainta-wanita malam (PSK) yang memanfaatkan situs tersebut sebagai Azimat penglaris. Mereka memohon ke Batu itu sambil menggosok-gosokan kemaluan mereka di batu dengan harapan banyak laki-laki hidung belang ketagihan setelah menggunakan jasanya. Miris memang.

Asal-usul peletakan batu yang menyerupai penis tersebut sebenarnya dapat ditelusuri dan ditemukan jawabanya. Menurut Budayawan Cirebon T.D. Sudjana (almarhum) yang dikutip dari www.lyceum.id, menyatakan bahwa watu celek dibuat belakangan yaitu dibuat pada kira-kira tahun 1700 M, pembuatnya bernama Pangeran  Arya  Wira  Celek, nama tersebut nama samaran, sementara nama aslinya dirahasiakan.

Selain itu, ia juga menambahkan bahwa seniman yang  menurutnya, masih  keturunan Kesultanan Cirebon  itu rupanya ingin  mengekspresikan rasa  seninya dengan meletakan simbol penis disamping makam Datuk Pardun sebagai tanda bahwa datuk padun merupakan sosok manusia yang begitu berambisi untuk menentang Kesultanan Cirebon, yang digambarkan dengan penis yang sedang ereksi.

Kisah mengenai tokoh datuk Pardun sendiri sebenarnya dikisahkan dalam beberapa naskah Cirebon, salah satunya naskah Mertasinga, untuk mengetahui mengenai kisah Datuk Pardun dapat anda baca dalam artikel kami yang berjudul “Datuk Pardun, Murid Syekh Siti Jenar  Menuntut Balas Pada Cirebon


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search