Kue Blengep, Wujud Perlawanan Rakyat Indramayu Terhadap Bakpau

- Juni 22, 2017
Indramayu memiliki beberapa makanan khas yang dipercayai timbul dan berkembang di daerah ini, salah satunya adalah kue Blengep. Selain disebut kue Blengep, sebagian masyarakat Indramayu juga menamainya dengan sebutan kue Blengep Cotot. Cotot sendiri bermaksud muncrat, sebab memang ketika dimakan kadang gula merah yang terkandung dalam kue tersebut muncrat kedalam mulut. Sedap memang.
Kue Blengep, Jajanan Khas Indramayu
Secara bahasa, Blengep sendiri bermaksud gendut atau bundar, sebab orang gendut cenderung berparas bundar, dan karena penampilan atau wujud kue tersebut cenderung gendut dan bundar maka kemudian dinamakan Blengep.

Tidak jelas mengenai  asal-usul kue ini diciptakan, akan tetapi bolehlah penulis dalam hal ini mencoba tuk menduga-duga, demikian dugaannya. Jika ditinjau dari jenisnya kue Blengep sangat mirip dengan Bakpau, kue impor asal Cina.
Bakpau Kue Gendut Khas Negeri Cina
Dan jika merujuk pada peninggalan sejarah di Indramayu, diketahui bahwa sudah lama orang-orang dari etnis Cina berbaur dan mendiami Indramayu, hal tersebut tergambar dari bangunan klenteng, perumahan-perumahan orang Cina yang terdapat pada Kota Tua Indramayu.

Orang-orang Cina yang tinggal di Indramayu tersebut ternyata selain membawa budaya asal negerinya juga mewarisi kepiawaian dalam membuat jajanan atau kue-kue dari negerinya diantaranya Dodol Cina dan Bakpau.

Bakpau inilah yang kemudian dimungkinkan menginspirasi rakyat Indramayu untuk membuat semacam kue tandingan serupa,  karya anak bangsa yang nantinya kemudian di namai Blengep.

Kue Blengep sendiri terbuat dari Singkong yang direbus, kemudian ditumbuk halus, setelah halus, kemudian tumbukan singkong tersebut dibentuk bulat dan didalamnya diberikan gula merah. Baru kemudian setelah itu dikukus. Dalam penyajianya biasanya kue Blengep tersebut di atasnya ditaburi gorengan bawang merah yang telah disisir atau sangrai buah kelapa (Cikal) yang disisir tipis-tipis.

Di wilayah Kabupaten Indramayu biasanya kue ini dijual bersamaan dengan kue-kue khas Indramayu lainnya, semisal Geblog, Indil-indil, Putu dan lain sebagainya. Kue tersebut umumnya dijual pada pagi hari sebagai makanan yang diperuntukan untuk sarapan pagi.
 

Start typing and press Enter to search