Runtuhnya Kerajaan Majapahit dan Munculnya Kerajaan Demak sebagi Pewaris

Runtuhnya Majapahit masih dipahami keliru oleh sebagian orang, naskah-naskah babad, utamanya naskah yang ditulis abad 19-20 yang kental akan nuansa pengaruh Belandanya menganggap candrasengkala yag berbunyi “sirna ilang kertaning bumi” yang bermaksud tahun 1400 S/1475 M adalah tahun runtuhnya Majapahit, runtuh akibat serangan Raden Fatah kepada ayahnya Brwijaya V.

Menurut sejarawan, candrasengkala yag berbunyi “sirna ilang kertaning bumi” bukan merupakan tahun runtuhnya Majapahit, karena dalam sumber sejarah yang benar sebagaimana yang dikabarkan dalam catatan Portugis dan beberapa Prasasti yang ditemukan, pada tahun 1475 M dan setelahnya Majapahit masih tegak berdiri.

Menurut candrasengkala yag berbunyi “sirna ilang kertaning bumi” sebetulnya bermakna tahun terbunuhnya Brawijaya V oleh Dyah Ranawijaya Girindrawardhana, akibat kudeta. Pada tahun tersebut Giriwardha yang dahulnya Raja bawahan Majapahit di Keling-Daha (Kediri) melakukan kudeta dan berhasil memporak porandakan Ibukota Majapahit (Trowulan) serta membunuh Brawijaya V. Selepas peristiwa ini Girindrawardhana, memindahkan Ibu Kota Majapahit ke Daha.

Sebagai anak Brawijaya V, Raden Fatah yang didukung oleh orang-orang Islam yang sudah tumbuh pesat di Kota-Kota besar di Pulau Jawa melakukan upaya perebutan legitimasi kekuasaan dengan Girindrawardhana. Caranya dengan mendirikan Kesultanan Demak dan menyatakan perang dengan Majapahit yang kala itu sudah dirajai oleh Girindrawardhana.
Perang Demak dan Majapahit terjadi cukup lama, pada masa Raden Fatah Majapahit dibawah pimpinan Girindrawardhana dapat ditaklukan akan tetapi pada zaman ini Majapahit dijadikan sebaga Vazal Kesultanan Demak.

Perang Majapahit Vs Demak meletus lagi pada saat Kesultanan Demak diguncang peristiwa perebutan Tahta antara Pangeran Trenggono dan Raden Kikin, Majapahit bahkan bekerja sama dengan Portugis untuk bangkit lagi dan lepas dari kekuasaan Demak. Sumber Portugis menyebutkan bahwa pada 1527 M Majapahit Runtuh akibat serangan Demak.

Runtuhnya Majapahit akibat serangan Demak dilator belakangi oleh penghianatan Majapahit pada Demak, sehingga mau tidak mau Demak menghancurkan Majapahit, pada masa ini para petinggi Majapahit melarikan diri ke berbagai Pulau dan wilayah di Nusantara diantaranya ke Pulau Bali, Kalimantan, Gunung Dieng, Pasundan dan lain sebagainya.

Selepas Majapahit runtuh, Demak benar-benar menjadi Pewari Majapahit, karena memang dari nasabnya, Para Sultan Demak merupakan keturunan Raja Majapahit, selain itu Demak juga menggunakan symbol-simbol negara berbau Majapahit untuk menyatakan diri sebagai pewaris sah Majapahit, seperti penggunaan lambing Surya Majapahit dan lain sebagainya.

Belum ada Komentar untuk "Runtuhnya Kerajaan Majapahit dan Munculnya Kerajaan Demak sebagi Pewaris"

Posting Komentar

Berkomentarlah yang terarah dan jelas agar dapat dipahami dan dibalas admin.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel