Sang Surosowan, Kakek Maulana Hasanuddin

Berbicara mengenai sejarah Banten maka didalamnya juga mesti membicarakan nama tokoh "Surosowan", sebab nama ini sangat populer sekali karena memang nama Surosowan dijadikan sebagai nama Keraton, bahkan juga dijadikan sebagai nama Ibu Kota Kesultanan Banten. 

Surosowan, yang nama panjangnya Sang Surosowan sebetulnya merupakan kakek dari Maulana Hasanuddin (Sebakingkin) Sultan Banten pertama. 

Sang Surosowan merupakan anak Prabu Siliwangi dari Kentring Manik Mayang Sunda. Selain itu, Sang Surosowan juga mempunyai saudara kandung, yaitu Sang Surawisesa, kelak selepas kemangkatan Prabu Siliwangi, kak Sang Surosowan itu diangkat manjadi Raja Pajajaran selanjutnya. 

Berbeda dengan kakaknya yang mewarisi tahta Pajajaran, sejak muda Sang Surosowan diserahi kedudukan sebagai Pucukumun (Raja Bawahan Pajajaran) di Banten. Dizamanya Ibu Kota Banten berada di wilayah yang kini disebut Banten Girang (Banten selatan). 

Sang Surosowan selama hidupnya memperoleh beberapa anak, dan yang sangat terkenal cuma dua saja, yaitu Sang Suranggana dan Nyimas Kawungant√©n. 

Dikemudian hari, Nyimas Kawungant√©n dinikahi oleh Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati), dan dari pernikahan tersebut itulah nantinya melahirkan Maulana Hasanuddin, Sultan Banten pertama. 
Sang Surosowan

Sang Surosowan Mengasuh Maulana Hasanuddin

Meskipun menjabat sebagai Pucukumun, disela-sela kesibukannya, Sang Surosowan sering mengajak cucunya bermain-main, bahkan Hasanuddin dijadikan sebagi cucu kesayangganya. Hal ini dilakukan oleh Sang Surosowan karena Maulana Hasanuddin kerap ditinggal ayahnya Syarif Hidayatullah yang kala itu menjadi Sultan Cirebon.

Dibawah pengasuhan Sang Surosowan, Hasanuddin hidup dalam kebahagiaan dan kesenangan, ia dimanja selayaknya seorang kakek yang memanjakan cucu kesayangannya. 

Meskipun beragama Hindu, Sang Surosowan membebaskan anak cucunya untuk memeluk agama apapun yang mereka senangi, oleh karena itu perbedaan agama bagi Sang Surosowan tidak dianggap sebagai masalah. 

Selepas Sang Surosowan wafat, kedudukannya sebagai Pucukumun Banten digantikan oleh anak laki-lakinya Sang Suranggana. Sementara Maulana Hasanuddin waktu itu sudah tumbuh menjadi pemuda yang tangguh. 

Ketika Banten dibawah kekuasaan Cirebon, Maulana Hasanuddin, didaulat menjadi Adipati Banten, menggantikan kedudukan Sang Suranggana. Dan dibawah pemerintahannya, atas printah Sunan Gunung Jati ibu Kota Banten dipindahkan ke wilayah Pesisir yang lebih strategis. 

Ibu Kota dan Keraton Banten baru yang dibuat oleh Maulana Hasanuddin kemudian dinamai "Surosowan" nama tersebut terinspirasi dari dari nama kakek Maulana Hasanuddin yang penuh kasih sayang.

Belum ada Komentar untuk "Sang Surosowan, Kakek Maulana Hasanuddin"

Posting Komentar

Berkomentarlah yang terarah dan jelas agar dapat dipahami dan dibalas admin.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel