Kisah Perceraian Sunan Kalijaga Dengan Istrinya Nyi Undi

- Desember 04, 2017
Kisah Sunan Kalijaga dalam artikel ini merupakan salah satu dari rentetan kisah mengenai perjalanan hidup Sunan Kalijaga ketika berada di Cirebon. Dikisahkan bahwa di Cirebon Sunan Kalijaga memiliki seorang istri yang bernama Nyi Undi. 

Nyi Undi dalam kisah ini dikategorikan sebagai seorang istri yang banyak membantah, dan cinta dunia, sehingga kemudian Sunan Kalijaga menceraikannya, dan setelah peristiwa diceraikannya Nyi Undi oleh Sunan Kalijaga ternyata kemudian ia hidup dalam kenestapaan, dan akhirnya meninggal dan dimakamkan di komplek Pemakaman yang kini disebut situs komplek Pemakaman Kalijaga. 
Kisah mengenai perceraian ini, dimulai dari beberapa peristiwa pertentangan antara Sunan Kalijaga dengan istrinya, kisah  ini tertulis dalam naskah  Mertasinga pupuh LX.26-LXI.09, adapun kandungan kisahnya adalah sebagai berikut:
Translit Naskah Mertasinga
Dikishkan waktu itu dirumah Sunan Kalijaga kedatangan tamu dari Mataram.  Sunan  Kalijaga kemudian memerintahkan istrinya Nyi Undi untuk menyiapkan hidangan "Petiklah Kecipir dan Kacang di Kebun". Kata Sunan Kalijaga.  
Mendengar perintah tersebut kemudian sang istri menjawab dengan cemberut "Bagaimana mungkin ada kecipir dan kacang, ditanamnya saja baru kemarin siang, apa yang mau dipetik..?" Begitu sanggahnya.  
Kemudian Sunan Kalijaga menjawab "Aduh..mengapa kamu tidak mengikuti apa yang aku perintahkan..!"  
Setelah mendengar arahan suaminya itu, akhirnya Nyi Undi rupanya pergi juga ke kebun, dan betapa terkejutnya Nyi Undi ketika ia melihat tanaman kecipir dan kacangnya sudah berbuah dengan lebat hingga tangkai pohon penopangnya hampir rebah.  
Pada waktu lain, dikisahkan ada penjual kain yang singgah kerumahnya. Nyi undi lalu meminta kepada Sunan Kalijaga untuk dibelikan sehelai selendang. Sunan Kalijaga kemudian menjawab "Kita ini ada uang dari mana..?, satu peser (setengah sen) saja tidak punya"  
Mendengar jawaban suaminya itu, Nyi Undi malah justru mendesak agar tetap dibelikan sehelai selendang dengan merengek dan memasang muka cemberut.  
Sebagai seorang Insan Kamil Waliyullah, Sunan Kalijaga kemudian berdoa dan meminta kepada tuhannya, benar saja tak lama dalam sekejap ia sudah menggengam uang di kepalan tangannya, yag kemudian segera dibayarkan untuk sehelai Selendang yang diminta istrinya. 
Mendapati hal tersebut Nyi Undi kemudian tersenyum dan berkata lagi "Kiyai Sunan Aku ingin kain satu lagi..!! Sudah terlanjur Kiyai memberi kepadaku" Kemudian Sunan Kalijaga berkata "Manusia semacam apa kau ini.., Engkau berbicara sekehendak hatimu saja, tadi katanya satu..? Kemudian beliau melanjutkan perkataan "Engkau hanya menuruti nafsumu, yang tak akan ada habis-habisnya, Jika engkau begitu Nyi Undi, maka aku putuskan engkau tidak bisa hidup bersamaku (Cerai)" demikianlah perkataan Sunan Kalijaga untuk kemudian beliau pergi meninggalkan Nyi Undi, beliau pergi ke arah timur.
Setelah peristiwa itu, dikisahkan Nyi Undi kemudian meninggal dan di kuburkan di Daerah Kalijaga. Daerah Kalijaga sekarang terletak di wilayah Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon.


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search