Berita Hoax Dan Terbunuhnya Khalifah Ustman Bin Affan RA

- Maret 23, 2018
Hoax atau berita bohong dalam sejarah Islam sudah dikenal sejak lama, bahkan Khalifah Islam ke tiga Ustman Bin Affan, sahabat Nabi yang paling dermawan dan santun terbunuh dikerenakan Hoax. 

Malangnya orang-orang yang terlibat dalam pembunuhan yang keji itu merasa diri di atas kebenaran, menduduh sahabat yang jelas-jelas dipuji Nabi atas sifat jujur, dermawan dan kesantunannya itu sebagai orang yang dzalim, nepotisme, bahkan ada yang lebih keji lagi dengan menuduhnya sebagai seorang Khalifah yang memerintah tidak berdasarkan Syariat. Begitulah memang ketika Negara dipenuhi oleh orang-orang yang tamak akan dunia serta menggap diri paling benar dalam urusan agama.
Latar belakang munculnya hoax yang kemudian berimbas pada terbunuhnya Khalifah Ustman bin Affan RA pemantik utamanya adalah soal politik. 

Dari mulai tahun ke tujuh hingga tahun ke dua belas pemerintahan Khalifah Ustman, orang-orang yang secara politik merasa tidak dapat hidup dan makan enak dalam pemerintahan Ustman bin Affan melakukan gerakan-gerakan pembangkangan melalui jalan menyebarkan hoax. 

Kisah dimulai di Propinsi Kuffah, beberapa orang politikus terkenal dari Propinsi itu yakni al Aytsar an Nakho'i, Kumail bin Ziyad, Amr bin al Hamiq al Khuza'i dan Sho'soah bin Shouhan, melakukan demonstrasi menuntut Gubernur Kuffah mundur. 

Sebelum melakukan gerakan itu, ke lima politikus tersebut menyebarkan berita ke masyarakat ramai bahwa Gubernur Kuffah yakni Said bin al Ash sebagai Gubernur Korup, serta tidak becus dalam memerintah. 

Rupanya hasutan dari kelima politukus itu, kemudian dipercayai masyarakat Kuffah. Gubernur Kuffah kemudian diusir oleh rakyatnya. Di turunkan secara paksa dari jabatannya sebagai Gubernur Kuffah. 

Mendapat kabar Gubernur Kuffah di usir oleh rakyatnya, Khalifah Ustman bertindak cepat, beliau pun kemudian bermusyawarah dengan rakyat Propinsi itu untuk mengambil solusi yang tepat. 

Akhirnya karena rakyat sudah terlanjur benci dengan gubernur sebelumnya, maka untuk kemudian diangkatlah Gubernur Kuffah atas persetujuan rakyat. Pada waktu itu yang diangkat menjadi Gubernur baru Kuffah adalah Abu Musa al Asyari. 

Setelah peristiwa itu, berita hoax pun kemudian makin berkembang, rakyat yang semula hanya menyalahkan Gubernur kini berlanjut menyalakan Khalifah. Ustman bin Affan dianggap tidak becus dalam merintah, buktinya Khalifah mengangkat para Gubernur yang tidak kompeten. 

Desas-desus berita buruk itu kemudian ditepis oleh Khalifah, beliau melakukan gerakan-gerakan untuk menentramkan hati rakyat yang panas dengan pendekatan kesantunan. 

Namun ketika beliau mengetahui bahwa dalang daripada munculnya berita-berita hoax itu adalah 5 politikus yang telah disebutkan tadi. Maka untuk kemudian Khalifah Ustaman mengusir kelimanya dari Kuffah. Kelima politikus dan yang sehaluan pemikiran dengan mereka itu kemudian pergi ke Syam. 

Bukannya sadar setelah diusir, malah kemudian kelima politikus itu kemudian menggalang kekuatan dengan orang-orang yang fikirnya seperti mereka. Jadilah kemudian mereka-mereka tersebut menjadi sekumpulan pembenci Khalifah Ustman. Dimata mereka Khalifah Ustman dianggap tidak benar dalam merintah. Hoax atau berita-berita palsu pun kemudian mereka sebar, untuk mendeskriditkan kepemimpinan sang Khalifah. 

Berita hoax yang mereka sebar kemudian memakan korban lagi, kali ini korbanya rakyat Mesir. Waktu itu rakyat mesir merasa muak dengan kepemimpinan Gubernur Mesir. Karena selain otoriter juga kejam terhadap rakyat Mesir. Yang menjadi Gubernur Mesir pada waktu itu adalah Abdullah bin Abi Sarah.

Pada mulanya, beberapa rakyat Mesir mengadukan keburukan Gubernur Mesir itu langsung kepada Khalifah Ustman, beliau pun bertindak cepat atas aduan itu. Beliau mengirimkan surat pemecatan yang ditujukan kepada Gubernur. Tapi tentunya isi surat tersebut tiada yang mengetahui selain Gubernur Mesir. 

Karena memang watak gubernur Mesir ini buruk, surat pemecatan dari Khalifah yang didasarkan pada laporan rakyat itu ditanggapi dingin oleh Gubernur. Gubernur justru kemudian berlaku buruk terhadap pelapor. Bahkan ia membunuh salah satu Pelapor. 

Pada masa kacau seperti itu, pembeci Khalifah semakin memanas-manasi dengan menyebarkan hoax-hoax yang menjijihkan. Khalifah Ustman dituduh tidak mengirimkan surat pemecatan terhadap Gubernur Mesir. 

Panas dengan keadaan itu, sebanyak 700 rakyat Mesir kemudian mendatangi Madinah, di Masjid Madinah mereka bersuara, dan menceritakan kronologis kejadian di Mesir terhadap para sahabat. Para sahabat yang di Madinah pun terpancing amarahnya, sehingga mereka menyalahkan Khalifah. 

Khalifah kemudian turun tangan dan mendinginkan suasana. Akhirnya dalam rapat yang digelar dihasilkan keputusan dibuat ulang Surat Pemecatan Gubernur Mesir yang diserahkan langsung kepada 700 orang Mesir disertai dengan nama Calon Gubernur yang baru, setelah itu barulah kemduian orang-orang Mesir itu kemudian membawa surat itu dengan perasaan tenang. 

Tapi meskipun demikian, rupanya orang-orang tamak, dan para pembenci Khalifah tidak menghendaki terjadinya kedamaian dikalangan muslimin. Stempel Khalifah Ustman bin Affan yang biasa digunakan untuk mengirim surat dipalsunya. Mereka membuat surat yang mengatas namakan Khalifah Ustaman yang isinya merintahkan agar Gubernur Mesir tetap bertahan sebagai Gubernur. 

Surat palsu itu diantar oleh seorang kurir yang tidak tahu menahu soal kepalsuan surat, yang ia tau surat tersebut datang dari salah satu Kerabat Khalifah. Dan lebih canggihnya lagi kurir tersesebut diutus ke Mesir dengan menunggangi unta milik Khalifah. 

Dalam tengah perjalanan kemudian rupanya kurir teresbut bertemu dengan 700 orang mesir yang sama-sama juga membawa Surat dari Khalifah Ustman bin Affan. Keributan kemudian terjadi lagi,  sebab kedua surat tersebut ternyata isinya berlawanan, meskipun bersumber dari orang yang sama. 

Marah dengan keadaan itu, 700 orang Mesir itu kemudian menangkap kurir dan membawanya kembali ke Madinah. Di Madinah 700 orang Mesir itu melakukan protes di Masjid sambil menerangkan duduk persoalan. Banyak sahabat yang terpancing emosinya atas kejadian ini. 

Mereka kemudian mengepung rumah Khalifah, memaksa Khalifah untuk keluar dari Rumah. Dan kemudian, kejadian buruk yang di impi-impikan orang-orang tamak itu pun kemudian terjadi. 

Secara diam-diam pembenci Khalifah menyusup kedalam rumah Khalifah kemudian dengan bringasnya membunuh Khalifah Ustman bin Affan yang kala itu sedang membaca al-Quran. 
Begitulah kisah pilu Khalifah Islam ke tiga, seorang yang dijamin surga oleh Nabi Muhammad SAW. Dituduh hina oleh para pembencinya dan dilengserkan dari jabatannya dengan berbagai cara.

Sumber Bacaan
[1]Artikel. Komposiana. (Di balik pembunuhan khalifah Utsman bin Affan RA). Krya Eyyasy. Di Akses Pada 3-23-2018. 
 

Start typing and press Enter to search