Gambaran Wajah Nabi Muhamad Menurut Kesaksian Para Sahabat

- Agustus 16, 2018
Nabi Muhamad SAW merupakan Nabi terakahir umat Islam yang hidup pada abad ke 7 masehi, beliau hanya hidup selama 60 tahun saja. Sebagai selayaknya manusia, maka Nabi pun memiliki gambaran wajah serta rupa fisik lainnya. Gambaran mengenai wajah dan rupa fisik Nabi ini digambarkan oleh orang-orang yang hidup dizamannya, seperti yang digambarkan Sahabat Ali, Ummu Ma’ad, Jabbir, Abu Thufail, Abu Juhaifah dan masih banyak lagi yang lainnya.
Meskipun gambaran wajah Nabi sangat gamblang sekali dijelaskan dalam kitab-kitab sejarah yang didasarkan pada kesaksian para sahabat yang hidup dizamanya akan tetapi rupanya tidak ada satu lukisan pun yang diajukan umat Islam untuk mereka ulang bentuk wajah dan fisik Nabinya.

Hal tersebut tentu sesuatu yang unik, karena dalam agama-agama lain seperti Kristen misalnya, sepengetahuan penulis tidak ada satupun kesaksian murid-murid Yesus yang menggambarkan mengenai bagaimana raut wajah dan bentuk fisik Yesus, namun banyak sekali lukisannya, berbagai macam versi, dari mulai versi Eropa, Timur Tengah, Cina sampai pada versi Afrika.
Lukisan Yesus Berbagai Versi
Begitupun dengan agama lain semsal Budha, Konghucu dan lain sebagainya, mereka mempunyai lukisan para pembawa ajaran mereka dengan banyak versi dan rupa-rupa modelnya.

Tidak adanya lukisan Nabi Muhamad tentu bukan tanpa alasan, ada alasannya, alasan umum yang digunakan adalah adanya larangan dari ulama-ulama Islam untuk menggambarkan bentuk fsik Nabi, baik lukisan atau dalam bentuk patung. Para ulama takut umat tersesat jalan dan kemudian malah menyembah atau memuja-muja lukisan atau patung tersebut.

Larangan ulama itu didasarkan pada dalil-dalil Quran yang menyatakan mengenai kelebihan Nabi Muhamad, bahwa intinya Nabi adalah manusia sempurna yang tiada bandingnya, maka jika seseorang melukiskan atau mematungkannya ini ditakutkan akan merendahkan drajat Nabi. Oleh sebab itulah hukum menggambar, atau mematung Nabi Muhamad diputuskan sebagai sesuatu yang haram.  Maka tidak mengherankan jika ada seseorang tertentu yang melukis wujud fisik Nabi menjadi sasaran kemarahan orang Islam. Jangankan melukis sambil menghina, melukis sambil memuja pun hukumnya sudah haram

Kita kembali ke gambaran wajah Nabi. Gambaran wajah Nabi Muhamad digambarkan oleh beberapa sahabat dalam kesaksiannya setelah mereka berjumpa dengan Nabi, kesaksian para sahabat Nabi ini belakangan di kutip oleh pengarang kitab-kitab hadist dan sejarah ternama,  salah satu Kitab atau buku sejarah yang mengutip bentuk fisk nabi dari kesaksian para sahabat nabi itu adalah kitab sejarah Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam, sementara Kitab haidst yang mengutip adalah Sahih Muslim, Sahih Bukhari dan masih banyak yang lainnya.

Demikian ini adalah salah satu kesaksian para sahabat Nabi dalam menggambarkan wajah dan bentuk fisik Nabi Muhamad.

1.Menurut Ali Bin Abu Thalib[1] “Nabi tidak tinggi tidak pendek (Sedang) rambutnya lebat tidak kaku dan juga tidak kriting (ikal), badanya sedang tidak gemuk atau kurus, wajahnya sedikit bulat, kedua bola matanya hitam, bulu mata panjang, persendian besar, bahu bidang, bulu dada lembut, tidak ada bulu-bulu di badan, telapak tangan dan kaki tebal, jika berjalan gagah (sesakan-akan seperti berjalan dijalanan yang menurun), ketika menoleh/menengok seluruh badanya ikut menoleh, di antara bahunya ada cincin nubuwah (Toh Brahma?)”

2. Menurut Ummu Ma’ad Al Khuzaiyah[2] “Wjajah dan fisiknya bersih, perawakannya bagus, sedang tidak gemuk atau kurus, kepalanya tidak kecil, tampan, dimatanya ada warna hitam, bulu matanya panjang, lehernya panjang, matanya jelita, memakai celak mata, alisnya tipsi memanjang dan bersambung, rambutnya hitam, berwibawa”. 

Gambaran fisik nabi di atas, penulis pilih berdasarkan gambaran sahabat Nabi dari kalangan laki-laki dan wanita, selain keduanya sebenarnya masih banyak lagi gambaran wajah dan bentuk fisik menurut kesaksian sahabat, jumlahnya puluhan, mencapai dua puluh kesaksian lebih. Akan tetapi intinya sama, seperti itu-itu juga. 

Daftar Bacaan
[1] Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam, dalam Mubarakfury 2010:575
[2] Ibid. 2010:574


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search