Aria Wiraraja Si Cerdik Yang Melenggang Menjadi Raja

- Oktober 29, 2018
Aria Wiraraja adalah orang yang memprofokatori Jayakatwang untuk brontak  pada Singasari, Kerajaan Singasari pun kemudian runtuh. Ia juga adalah orang yang memprofokatori Raden Wijaya untuk menuntut balas pada Jayakatwang atas runtuhnya Singasari, Jayakatwang pun kemudian tewas terbunuh. Dua langkah politik Aria Wiraraja ini terbilang sukses tanpa hambatan, boleh dibilang tokoh ini lebih hebat dar Sengkuni, atas kesuksesan dua langkah politiknya itu ia kemudian melenggang bebas menjadi Raja, tapi kecerdikan dan kelicikannya dalam politik itu rupanya makan tumbal, sebab Ranggalawe anaknya sendiri tewas mengenaskan.

Baca juga: Gugurnya Ranggalawe di Sungai Tambak Beras

Kabar mengenai tokoh yang disebut Aria Wiraraja ini dikisahkan dalam berbagai sumber sejarah. Diantaranya Naskah Pararaton,dan Babad Manik Angkeran. Dalam Pararaton disebutkan nama kecil  atau nama asli dari Aria Wiraraja adalah Banyak Wide, Sejak kecil Banyak Wide dikisahkan memiliki kecerdasan di atas rata-rata, ketika dewasa ia dikenal karena kecerdikannya dalam mengatur siasat perang.
Naskah Pararaton mencatat bahwa Banyak Wide merupakan anak tertua di nangka, dan menjadi Abdi Kertanegara yang kala itu menjabat sebagi Raja Singasari. Adapun mengenai asal-usul Wiraraja terdapat beberapa perbedaan antar penulis sejarah.

Terdapat tiga versi yang menyebutkan tempat kelahiran Aria Wiraraja, Versi pertama yaitu menyatakan bahwa Aria Wiraraja atau Banyak Wide lahir di Karang Nangkan, Reberu,  Sumenep, Versi kedua sebagaimana yang disebutkan dalam babad Manik Angkeran disebutkan bahwa Banyak Wide lahir di Besakih, Rendang, Bali. Adapun versi ketiga disebutkan bahwa Banyak Wide lahir di Nangkaan, Ranu Pakis, Klakah Kab Lumajang.

Adapun tahun kelahiran Banyak Wide para sejarawan memperkirakan pada tahun 1232 M. Perkiraan tersebut didasarkan pada Naskah Pararaton yang menyebutkan bahwa ketika Ekspedisi Pamalayu, Banyak Wide berusia 43 Tahun sementara ketika  ia menjadi Adipati Sumenep berumur 37 Tahun.
Tatkala mengabdi kepada Kertanegara, Banyak Wide menjabat sebagai demung. Namun pendapat yang mengacu pada Kidung Panji Wijayakarma dan Kidung Harsawijaya itu berbeda dengan Pararaton. Dalam kedua kidung ini, Banyak Wide tidak menjabat sebagai demung, tapi menjabat sebagai babatangan kerajaan (penasehat Raja).

Ada yang menduga bahwa karena Kertanegara yang bersikap anti terhadap Wangsa-Rajasa, ia kemudian memindah tugaskan Banyak Wide dari jabatan demung atau babatangan ke jabatan Adipati Sumenep, faktornya karena ia dikishkan murid dari Narashingamurti. Seorang tokoh yang mendukung wangsa Rajasa. Sejak saat itu Banyak Wide mendapat gelar Aria Wiraraja.

Akhir hayat dari Aria Wiraraja atau Banyak Wide ini tidak dijelaskan, hanya saja, selepas kematiang anaknya Ranggalawe, Aria Wiraraja menuntut janji Raden Wijaya untuk menyerahkan setengah kerajaan Majapahit kepadanya. Selepas pembagian kerajaan Majapahit menjadi dua bagian Aria Wiraraja kemudian menjadi Raja di Majapahit timur dengan ibukota Lumajang.

Untuk memahami apa itu Majapahit timur dan Majapahit barat, silahkan anda artikel kami yang berjudul: Perang Paregreg, dan tewasnya 170 Utusan Kekaisaran China.


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search