Datuk Paduka Berhala Pangeran Turki Yang Mengislamkan Jambi

- Oktober 16, 2018
Diceritakan Raja Turki memiliki tiga orang anak, masing-masing bernama Abd al-Ghafar, Ahmad Barus II, dan ‘Abd al-‘Aziz. Ketika Raja Turki wafat, rakyat dan perdana menteri lebih memilih anaknya yang paling muda, yaitu ‘Abd al-‘Aziz, sebagai raja. Sementara itu, ‘Abd al-Ghafar dan Ahmad Barus II disarankan untuk berlayar mencari negeri lain.

Kapal ‘Abd al-Ghafar sampai di Pulau Jawa, sedangkan kapal Ahmad Barus II terdampar tepatnya di Pulau Berhala. Pulau Berhala berada di wilayah perairan Tanjung Jabung, tempat Putri Selaras Pinang Masak berkuasa. Oleh karena terdampar di pulau tersebut, masyarakat Jambi lebih mengenal Ahmad Barus II sebagai Datuk Paduka Berhala.
Pada situs makamnya di Pulau Berhala tertulis bahwa Ahmad Barus II atau Datuk Paduka Berhala diduga datang ke Jambi pada tahun 864/1460 dan wafat pada tahun 886/1480. Disebutkan bahwa akhirnya Datuk Paduka Berhala menikah dengan Putri Selaras Pinang Masak, penjelasan tersebut tertuang dalam Naskah Undang-undang Piagam Pencacahan Jambi, yang menginfokan bahwa:
“Dan tatkala mati Tun Telanai, ini Jambi tidak beraja lagi, maka turun anak raja Pagaruyung ke Jambi, bernama Tuan Putri Selara Pinang Masak... menjadi raja di tanah Jambi yang bernegri di Ujung [Tanjung] Jabung, nikah dengan Datuk Paduka Berhala, anak raja dari Istanbul menjadi raja”
Kedatangan Datuk Paduka Berhala dalam sejarah Jambi dipandang sebagai proses awal berubahnya Kerajaan Jambi dari yang semula bercorak Hindu-Budha menjadi kesultanan. Perkawinan Putri Selaras Pinang Masak dan Datuk Paduka Berhala melahirkan empat orang anak, yaitu Orang Kayo Pingai, Orang kayo Kedataran, Orang Kayo Hitam, dan Orang Kayo Gemuk. Dari keempat anaknya, Orang Kayo Hitam dipandang sebagai tokoh yang paling berperan dalam penyebaran Islam sampai ke pedalaman Jambi.

Datuk Paduka Berhala dalam sejarah Jambi dipandang sebagai pendiri Kesultanan Jambi, sekaligus juga dipandang sebagai penyebar Islam utama di Jambi, berkat jasa Datuk Paduka Berhala inilah Negeri Jambi kemudian menerima Islam. Maka tidak mengherankan para Sultan di Jambi mengambil silsiah dari Datuk Paduka Berhala.

Berikut ini adalah sisilah Para Sultan di Jambi yang berpangkal dari  Datuk Paduka Berhala.

  1. Datuk Paduka Berhala/Putri Selaraa Pinang Masak (berkuasa 1460-1480) 
  2. Orang Kayo Pingai (berk. 1480-1490) 
  3. Orang Kayo Hitam (berk. 1500-1515) 
  4. Panembahan Rantau Kapas (berk. 1515-1540) 
  5. Panembahan Rengas Pandak (berk. 1540-1565) 
  6. Panembahan Bawah Sawo (berk. 1565-1590) 
  7. Panembahan Koto Baru (berk. 1590-1615) 
  8. Sultan ’Abd al-Qahar (berk. 1615-1643)
  9. Sultan ’Abd al-Jalil (berk. 1643-1665) 
  10. Sultan ’Abd al-Muhyi (berk. 1665-1690) 
  11. Sultan Kiyai Gede (berk. 1690-1696) 
  12. Sultan Muhammad Shah (berk. 1696-1740) 
  13. Sultan Sri Isterah Ingologo (berk. 1740-1770) 
  14. Sultan Ahmad Zainuddin (berk. 1770-1790) 
  15. Sultan Mas’ud Badaruddin (berk. 1790-1812) 
  16. Sultan Mahmud Mahyuddin (berk. 1812-1833) 
  17. Sultan Muhammad Fakhruddin (berk. 1833-1841) 
  18. Sultan Abdurrahman Nazaruddin (berk. 1841-1855) 
  19. Sultan Thaha Saifuddin (berk. 1855-1904)

Silislah dari mulai Sultan Jambi I dan ke XIX tersebut didapat dari naskah lokal Jambi, yaitu Undang-undang Piagam Pencacahan Jambi. Naskah tersebut belakangan disngkat dengan UPPJ. Naskah ini didalamnya memuat kisah tentang pemerintahan di Jambi dari tahun 700 Hijriyah. Termasuk didalamnya mengenai asal-usul dari Paduka Berhala (Ahmad Barus II) sebagaimana yang telah dijelaskan di atas. 


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search