Asal-Usul Suku Gayo, Penduduk Asli Ujung Pulau Sumatra

- November 12, 2018
Anda tahu Tari Saman..? Ya Tari yang diakui keindahannya oleh Dunia, tarian tersebut merupakan salah satu karya cipta suku Gayo, Suku Gayo kini merupakan salah satu Suku yang ada di Provinsi Aceh, secara garis besar di Provinsi Aceh ada beberapa suku bangsa yang mendiami propinsi itu, yaitu Suku Aceh, Suku Gayo, suku Kluet, Suku Anak Jame dan lain sebagainya.

Jika berdasarkan kajian linguistic Suku Aceh adalah suku pendatang yang berasal dari Mon Khemer (Champa), maka tidak demikian dengan Suku Gayo, suku ini dipercaya sebagai orang asli ujung Pulau Sumatra. Bukti kongrit bahwa orang Gayo merupakan orang Asli daerah itu adalah dengan ditemukannya kerangka manusia Kuno di Ceruk Mandele, Takengon Gayo Aceh Tengah. Manusia kuno yang ditemukan di Gayo itu diperkirakan hidup pada tahun 300 Masehi.
Asal-Usul Suku Gayo

Sementara itu, mengenai asal-usul kenapa Suku tertua di Aceh itu kemudian dinamakan Gayo ternyata dapat ditemui dalam naskah Hikayat Raja-Raja Pasai. Dalam Naskah ini dijelaskan mengenai asal-asulnya. Menurut Naskah ini sebutan Gayo muncul untuk menamai penduduk asli ujung pualau Sumatra tersebut terjadi ketika Kesultanan Samudra Pasai Baru didirikan.
Adapun petikan dari naskah tersebut adalah sebagai berikut:
“Kemudian, Syekh Ismail kembali ke negerinya dengan membawa hadiah untuk Syarif, yaitu ambar, kapur barus, gaharu, cendana, kemenyan, celembak, dan cengkeh. Fakir Muhammad menetap di Samudera untuk memberi pengajaran mengenai agama Islam. Ada suatu golongan yang menolak masuk agama Islam. Mereka mengungsi ke Sungai Pasangan sehingga daerah itu diberi nama Gayo
Baca Juga: Naskah Hikayat Raja-Raja Pasai

Dalam petikan Nasakah di atas dapatlah disimpulkan bahwa, pada mulanya pendatang yang beragama Islam, entah darimana datangnya membangun Kerajaan Islam yang kemudian dinamakan Samudra Pasai.

Setelah mendirikan Kerajaan, orang-orang pendatang tersebut menyebarkan ajaran agamanya ke Penduduk Asli, namun sekelompok penduduk asli itu kemudian menolaknya, tidak disebutkan alasan penolakannya, sehingga mereka kemudian mengungsi secara besar-besaran ke pedalaman.
Di pedalaman mereka mengungsi ke suatu tempat yang bersungai, nama Sungainya “Sungai Pasangan”, penduduk asli yang mengungsi dan menetap di Sungai Pasangan tersebut kemudian sisebut orang Gayo.

Begitulah kisahnya, adapun mengenai Suku Aceh, dikisahkan datang belakangan, mereka datang berates-ratus tahun kemudian, kelak Suku Aceh itu kemudian membangun Kerajaan Aceh dan pada akhirnya dapat menaklukan Kerajaan Samudra Pasai. 


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search