Sejarah Mula-Mula Saritem Menggoyang Bandung

- Desember 14, 2018
Pada Mei 2015 Saritem yang merupakan pusat bisnis portitusi terbesar di Bandung ditutup oleh pemerintah Kota Bandung, maka setelah itu secara konstitusi Saritem dibuarkan setelah eksis berdiri selama 100 tahun lebih di Kota Itu. Menurut sejarahnya nama Saritem sendiri pada mulanya adalah nama perempuan cantik yang berhasil menggoyang pejabat tinggi Belanda. Pada perkembangannya Goyangan Saritem kemudian mampu menggoyang seluruh Bandung.

Belum ada penelitian yang komperhensif mengenai siapa dan bagaimana latar belakang wanita yang bernama Sartitem itu, hanya saja menurut dari kabar yang beredar, Saritem itu dahulunya anak seorang Bakul Jamu di Bandung yang hidup  pada sekitar tahun 1838, Saritem digambarkan sebagai wanita berkulit putih dan cantik, selain cantik saritem dikenal ganjen pandai merayu.
Penunjuk Arah Saritem 2015
Kecantikan dan Keganjenan Saritem ini kemudian dikisahkan menarik hati seorang Tentara Belanda yang bertugas di Bandung, atas kepiwaian Saritem dalam merayu, sorang Belanda itu akhirnya takluk juga ditangan Saritem.

Tentara Belanda itu sebenarnya sudah beristri, maka sangat sulit sekali bagi seorang Kristen sekaligus Pejabat Belanda untuk dapat memperistri secara sah meskipun ia mencintai Saritem,sebab dalam ajaran Kristen Poligami dilarang, selain itu Strukur Kolonial Belanda waktu itu tidak mengizinkan pegawainya mempunyai Istri sah lebih dari satu,  oleh karena itu Pejabat Belanda itu kemudian menjadikan Saritem sebagai Istri Sirinya, dalam masa penjajahan Belanda Istri siri orang-orang Belanda ini disebut “Gundik”. Mereka biasanya di Panggil “Nyai Belanda”.

Pada perkembangan selanjutnya, Saritem yang berpredikat sebagai Nyai Belanda itu sering ditinggal suaminya, hanya saja berkat kepandaian Saritem, Suami Sirinya itu banyak menggelontorkan kekayaan untuk kebutuhan Saritem, bahkan Suaminya membuatkan rumah yang cukup besar dizamannya untuk ditempati Saritem.

Suami Saritem hanya sesekali saja dalam beberapa minggu mampir ke rumah Saritem untuk membuang cairannya, begitulah hari-hari yang dilalui Saritem, tapi lambat laun, rupanya teman-teman dari Suami Saritem ini tertarik juga, mereka juga ingin punya Gundik di Bandung.

Saritem dan Suaminya rupanya menangapi keinginan para pegawai Belanda itu dengan pandangan Bisnis, maka setelah itu Saritem yang dibantu pemodalan oleh Suaminya mengumpulkan gadis-gadis cantik dirumahnya untuk dididik menjadi wanita perayu yang mampu menggoyang dan menyenangkan pejabat Belanda di sekitaran Bandung, maka setelah itu jadilah rumah Saritem yang besar itu sebagai markas Gundik.

Lambat laun, Saritem kemudian menjelma sebagai Mami Kaya, yang mempunyai anak buah banyak yang siap memenuhi kebutuhan para pencari pelampiasan nafsu. Lambat laun hasil didikan Mami Saritem ini kemudian membangun usaha-usaha serupa yang dibangun di sekitaran rumah Saritem hingga kemudian wilayah itu kemudian menjadi perkampungan Gundik. Setelah kematian Saritem tempat pusat Gundik di Bandung itu tetap bernama Saritem, mungkin sebagai penghormatan kepada pendirinya.

Berlalunya zaman perkampungan Gundik itu kemudian berubah menjadi perkampuan penjualan kepuasan mengingat sitem Pergundikan telah musnah sering hengkangnya Belanda dari Indonesia, dalam masa ini di Saritem sudah tidak ada lagi istilah kawin Siri, yang ada hanya bisa kawin setelah bayar, begitulah sejarah  mula-mula Saritem menggoyang Bandung. 


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search