Nambi Mahapatih Pertama Majapahit

- September 15, 2019
Dalam sistem pemerintahan Majapahit terdapat satu jabatan tinggi kerajaan yang kedudukannya satu tingkat di bawah Raja, jabatan itu disebut “Rakryan Mahapatih Amangkubhumi”, jabatan tersebut dalam sistem pemerintahan sekarang sama dengan Perdana Mentri.

Rakryan Mahapatih Amangkubhumi bertugas menjalankan roda pemerintahan. Menurut Pararaton dan Kidung Wijayakarma, Nambi adalah Mahapatih Majapahit pertama.  Selain itu, dalam kedua naskah tersebut juga di informasikan bahwa Nambi juga adalah orang yang ikut mengungsi ke Sumenep mengiringi Raden Wijaya ketika Singasari ditaklukan oleh Jayakatwang.

Jasa Nambi untuk Majapahit cukup besar, Naskah Pararton menyebutkan bahwa Nambi bersama Raden Wijaya dan Pasukan Mongol ikut serta dalam penaklukan Kediri 1293. Dalam peristiwa penaklukan Kediri, Nambi dikisahkan dapat membunuh Kebo Rubuh.

Selain disebut dalam Pararaton dan Kidung Wijayakarma kabar mengenai Rakryan Mahapatih Nambi juga dikuatkan oleh Prasasti Kudadu (1296) dan Prasasti Panangungan (1296) yang menyebutkan nama Rakryan Nambi dalam daftar pejabat Majapahit.

Menurut Kidung Ranggalawe pengangkatan Nambi sebagai  Mahapatih Majapahit memicu pemberontakan Ranggalawe (1295). Ranggalawe tidak puas atas keputusan Raden Wijaya yang mengangkat Nambi, bagi Ranggalawe Nambi kurang berjasa dalam medan pertempuran.

Pemberontakan Ranggalawe akhirnya dapat dipadamkan oleh Mahapatih Nambi, Ranggalawe sendiri terbunuh di Sungai Tambak Beras oleh Kebo Anabrang.

Nambi bertugas menjadi Mahapatih Majapahit hingga Tahun 1316, yaitu ketika Majapahit dirajai oleh Jaya Negara anak Raden Wijaya dari seorang wanita Melayu. Kematian Nambi pada 1316 di singgung dalam Negarakertagama, Pararaton dan Kidung Sorandaka.

Dikisahkan bahwa Nambi masih menjadi Mahapatih dimasa pemerintahan Jayanegara, pada saat itu, Halayuda yang sudah sejak lama mengincar jabatan Mahapatih mengadu domba Jayanegara dan Nambi.

Manakala Nambi sedang mengunjungi ayahnya  Pranaraja yang sedang sakit keras di Lumajang, Halayuda mengabarkan kepada Jayanegara bahwa Nambi sedang menyusun pemberontakan, sehingga atas hasutan itu Majapahit meyerbu Lumajang, dalam serbuan itu Nambi bersama keluarganya terbunuh.

Selepas terbunuhnya Nambi  pada 1316, Majapahit kemudian mengangkat Dyah Halayuda sebagai Mahapatih baru, Dyah Halayuda menjabat Mahapahit Majapahit hingga selepas pemberontakan Ra Kuti, sebab selepas itu Dyah Halayuda dibunuh Gajah Mada dengan cara di Cineleng-Celeng.

Baca Juga: Dyah Halayuda Terbunuh Karena di Cineleng-Celeng

Berkomentarlah yang terarah dan jelas agar dapat dipahami dan dibalas admin.
EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search