Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

KISAH KH. MASDUQI ALI MENDIRIKAN PONDOK PESANTREN MIFTAHUL MUTTALIMIN BABAKAN CIWARINGIN CIREBON

Dahulu, di wilayah desa Babakan, Kec Ciwaringin Kab Cirebon, sebelum berdirinya PPMM (Maksudnya Pondok Pesantren Miftahul Muta'limin) telah terlebih dahulu berdiri beberapa Pesantren, salah satunya Pesntren yang didirikan oleh Kiai Muhamad Amin (Kiai Madamin) yang tak lain merupakan mertua Kiai Masduqi Ali. 

Pondok  yang didirikan oleh Kiai Madamin itu dahulu fokus pada kajian Sufistik, sehingga santri-santri didalamnyapun banyak yang melakukan tirakat dan hal-hal lain yang berkaitan dengan ajaran Sufi. Pondok ini dahulu juga dikenal dengan istilah komplek bacin (Bacin:Bau tak sedap) dinamakan demikian karena mulut santri-santrinya mengeluarkan hawa tak sedap karena seringnya tirakat (Puasa).

Mengamati kondisi yang demikian, Kiai Masduqi Ali rupanya bertekad untuk mendirikan Pesantren yang fokus mengajarkan ilmu-ilmu keislaman yang mendasar (Alquran, Hadist, Fiqih dll), salah satu tujuannya juga untuk mengimbangi pesantren-pesantren Sufi yang sebelumnya telah berdiri. 
Guna menyongsong niatnya, KH. Masduqi bertolak ke Jombang menemui gurunya Hadrotu Syaikh Hasyim Asyari (Pendiri NU) untuk meminta restu sekaligus meminta dan mendiskusikan nama pondok yang pas.

Sebetulnya, Kiai Masduqi Ali sudah menyiapkan nama yang akan dijadikan sebagai nama pesantren yang beliau buat, akan tetapi, ketika baru saja hendak mengutarakan nama kepada gurunya, Gurunya justru memotong pembicaraan, dan mengusulkan agar menamainya "Muftahul Muta'alimin" anehnya nama Pesantren usulan KH. Hasyim Asa'ari itu ternyata juga merupakan  nama yang dipersiapkan Kiai Masduqi dari Cirebon. 

Setelah mendapatkan restu dari gurunya, KH. Masduqi Ali dikemudian hari mendirikan Pondok Pesantren Miftahul Muta'limin, Pondok itu didirikan atas dasar cita-cita awalanya, yaitu bertujuan untuk mengajarkan ilmu-ilmu Islam yang mendasar. 

Kiai Masduqi Ali, lahir pada tahun 1903 dan wafat pada 1992. Selama hidupnya beliau begitu berjasa pada perkembangan Islam di Cirebon, muridnya ribuan, dan banyak diantara murid-muridnya yang dikemudian hari menjadi ulama-ulama terkemuka dan salah satu muridnya yang terkemuka adalah KH. Abdurahman Wahid (Gusdur/Cucu Pendiri NU).

Putra-Putri KH. Masduqi Ali

Penulis : Bung Fei
Editor : Sejarah Cirebon

Posting Komentar untuk "KISAH KH. MASDUQI ALI MENDIRIKAN PONDOK PESANTREN MIFTAHUL MUTTALIMIN BABAKAN CIWARINGIN CIREBON"