Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ratu Winahon, Putri Sunan Gunung Jati

Ratu Winahon adalah salah satu putri Sunan Gunung Jati yang lahir dari Nyimas Kawunganten, istri kedua Sunan Gunung Jati. Ratu Winahon menurut Naskah Carita Purwaka Caruban Nagari lahir pada tahun 1477. Beliau juga merupakan adik dari Pangeran Sebakingkin (Maulana Hasanudin) Sultan Banten pertama. 

Ibu Ratu Winahon merupakan anak dari Sang Surosowan, sementara Sang Surosowan sendiri adalah orang yang dikemudian hari menjabat sebagai Pucukumun Banten, beliau juga merupakan putra Prabu Siliwangi (Sri Baduga Maharaja) dengan Kentring Manik Mayang Sunda. Selainn itu, Sang Surosowan juga merupakan adik Sang Surawisesa Raja Pajajaran kedua pengganti Prabu Siliwangi.

Selepas Sang Surosowan wafat, kedudukan Pucukumun Banten digantikan oleh anak laki-lakinya yang bernama Sang Suranggana, sementara anak perempuannya yaitu Nyimas Kawunganten dikemudian hari dinikahkan dengan Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah) pada tahun 1475. 

Baik ayah maupun ibu Ratu Winahon adalah sama-sama cucu Prabu Siliwangi, akan tetapi lahir dari beda ibu karena Sunan Gunung Jati lahir dari Nyimas Rara Santang, yaitu putri Prabu Siliwangi yang lahir dari Nyimas Subang Larang. 

Baca Juga: Cucu Prabu Siliwangi dan Kentring Manik Mayang Sunda

Ratu Winahon dinikahi oleh Pangeran Atas Angin, yaitu seorang Pangeran yang berasal dari negeri atas angin, negeri ini menurut sebagian orang disebut sebagai Minangkabau namun sebagiannya lagi menyebutnya Jambi.

Pangeran Atas Angin berdasarkan catatan Rabithah Alawiyah nama aslinya Sayyid Abdurrahman, Ratu Winahon setelah menikah dengan Pangeran Atas Angin berganti nama menjadi Syarifah Khadijah. 

Dari perkawinannya dengan Pangeran Atas Angin, Ratu Winahon menurut sumber tersebut juga dikisahkan melahirkan lima orang keturunan, yaitu:

  1. Abdullah
  2. Sulaiman
  3. Ahmad (Tuan Idrus Darussalam)
  4. Muhammad (Tuanku Di Pulau), dan
  5. Fatimah

Meskipun Ratu Winahon dikisahkan tinggal di negeri atas angin (Pulau Sumatra), makam beliau dijumpai di Jawa Timur tepatnya di Desa Swadesi, Bangil, Kab Pasuruan. 

Makam Syarifah Khadijah, Pasuruan

Masyarakat setempat secara turun temurun menyebut makam tersebut merupakan makam Syarifah Khadijah binti Sunan Gunung Jati, masyarakat setempat juga mengenalnya dengan nama makam Ratu Ayu binti Sunan Gunung Jati. 



Baca Juga: Kronologi Pernikahan Sunan Gunung Jati

Posting Komentar untuk "Ratu Winahon, Putri Sunan Gunung Jati"