Arya Kuningan dan Arya Kemuning

Nama Arya Kuningan dan Arya Kemuning sering kita baca dan dengar dari beberapa babad maupun buku-buku sejarah Cirebon, Kuningan dan Indramayu. Tidak jarang pula banyak orang yang menyangka bahwa kedua nama tersebut merupakan nama dari 1 orang yang sama, sementara sebagiannya lagi berpendapat bahwa kedua nama tersebut adalah nama dari 2 tokoh yang berbeda.

Menurut sejarah Kuningan, bahwa antara Arya Kuningan dan Arya Kemuning adalah dua tokoh yang berbeda. Sehingga amat keliru jika menyamakan Arya Kuningan dan Arya Kemuning.

Masih menurut Sejarah Kuningan, bahwa sebelum Sunan Gunung Jati menyebarkan Islam di Kuningan, di daerah tersebut ada satu Kerajaan kecil bawahan pajajaran yang bernama "Kajene", Kerajaan Kajene memiliki daerah bawahan bernama "Luragung". 

Kerajaan Kajene kala itu diprintah oleh Arya Kemuning (Nama aslinya Brata Wijaya/Wiyana) yang masih beragama Hindu, adapun Luragung diprintah oleh Ki Gedeng Luragung (Nama aslinya Jayaraksa) yang juga masih beragama Hindu.

Pada suatu ketika, Ki Gedeng Luragung berhasil diislamkan Sunan Gunung Jati, selanjtnya guna mengikat tali kekerabatan, Sunan Gunung Jati mengambil anak Ki Gedeng Luragung  yang masih kecil sebagai anak angkatnya, anak itu dikemudian hari dikenal dengan nama "Arya Kuningan".

Selain mengislamkan Ki Gedeng Luragung, rupanya tidak berselang lama, Arya Kemuning yang juga merupakan Raja Kajene akhirnya dapat diislamkan. Guna mengikat tali kekerabatan dengan Arya Kemuning, Sunan Gunung Jati menitipkan Arya Kuningan ke Arya Kemuning untuk dididik. 

Dikemudian hari, ketika besar, Arya Kuningan diangkat menggantikan kedudukan  Arya Kemuning sebagai penguasa Kajene, pada masa ini, Kajene diubah namanya menjadi Kuningan. Sementara kedudukannya berubah dari yang semula bawahan Pajajaram menjadi Kadipaten bawahan Kesultanan Cirebon. 

Jadi, berdasarkan uraian tersebut, maka antara Arya Kuningan dan Arya Kemuning menurut sejarah Kuningan adalah dua tokoh yang berbeda. 

Ilustrasi Arya Kuningan

Arya Kuningan dalam Sejarah Cirebon dan Indramayu

Menurut Sulendraningrat dalam bukunya sejarah Cirebon, bahwa anak angkat Sunan Gunung Jati dari Ki Gedeng Luragung adalah tokoh yang disebut dengan Pangeran Kuningan, sejak kecil Pangeran Kuningan dititipkan kepada Ki Gedeng Kemuning. 

Uraian dalam sejarah Cirebon di atas jelas memperkuat versi yang diinformasikan dalam sejarah Kuningan, jika antara Arya Kuningan dan Arya Kemuning adalah dua tokoh yang berbeda, bukan tokoh yang sama. 

Selain itu, dalam beberapa catatan sejarah Cirebon juga disebutkan bawa selama menjadi Adipati Kuningan, Arya Kuningan telah banyak berjasa dalam membangun Kesultanan Cirebon, seperti membantu peperangan melawan Rajagaluh, membantu penaklukan Sundakalapa, Banten dan lain sebagainya.

Selain disebut-sebut dalam sejarah Kuningan dan Cirebon, Arya Kuningan juga disebut dalam sejarah Indramayu, tokoh Arya Kuningan dikisahkan pernah menyerbu Indramayu, lantaran daerah tersebut belum juga takluk pada Cirebon. Serangan Arya Kuningan ke Indramayu dikisahkan gagal karena dikelabui oleh Arya Wiralodra dengan kesaktiannya.  

Pangkat Arya/Aria Serta Nama Asli Arya Kuningan

Arya atau Aria adalah gelar kebangsawanan yang sudah ada di pulau Jawa sejak dahulu kala, di zaman Sunan Gunung Jati, gelar Aria adalah gelar yang disandang oleh orang-orang yang berkududukan sebagai Raja Muda atau Adipati. Oleh karena itu, tidak semua orang meskipun dari kalangan Raden mendapatkan anugrah gelar Aria/Arya. Gelar ini hanya diperoleh secara turunntemurun atau mendapatkan anugrah dari Raja/Sultan secara langsung. 

Mengenai Arya Kuningan dan Arya Kemuning keduanya mendapatkan gelar tersebut karena merupakan seorang Adipati bawahan Kesultanan Cirebon dan Raja bawahan Pajajaran. 

Sementara itu, mengenai nama asli Arya Kuningan, Adipati Kuningan pertama itu adalah "Suranggajaya". Beliau diangkat menjadi Adipati bawahan Kesultanan Cirebon pada tahun 1498 Masehi. Dikemudian hari, titimangsa penobatan tersebut dijadikan sebagai hari jadi Kabupaten Kuningan. 

Penulis: Bung Fei

Belum ada Komentar untuk "Arya Kuningan dan Arya Kemuning"

Posting Komentar

Berkomentarlah yang terarah dan jelas agar dapat dipahami dan dibalas admin.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel