Sejarah Desa Lajer Kec Tukdana Kab Indramayu

- Januari 22, 2018
Sejarah Desa Lajer Kec Tukdana Kab Indramayu
Lajer merupakan salah satu desa yang sekarang berada dibawah wilayah kecamatan Tukdana, desa ini berada dijalur jalan Provinsi Jawa Barat yang menghubungkan Jatibarang-Jatitujuh. 

Mata pencaharian masyarakat desa ini pada umumnya didominasi oleh Petani padi. Tidak mengherankan memang sebab diwilayah desa tersebut dialiri beberapa sungai yang sanggup memasok kebutuhan pertanian terutamanya padi. 

Sebelum tahun 1984 Lajar hanya sebagai sebuah Blok yang dihuni beberapa puluh kepala keluarga saja, desa ini sebelum tahun itu masuk pada wilayah desa Tukdana. Pada tahun 1984 perkembangan populasi penduduk Lajer meningkat pesat sebab itulah Lajer kemudian dimekarkan menjadi desa baru dan terpisah dari desa induknya Tukdana. 

Dasar dari pemisahan dan pendirian desa baru yang kelak dinamai Lajer itu didasarkan pada surat keputusan Bupati dengan titi mangsa 10 Okteber 1984.

Sebelum penetapan Lajer sebagai sebuah nama Desa, sebenarnya wilayah ini dari dulunya bukan dinamakan Lajer, nama Lajer baru muncul setelah tokoh-tokoh masyarakat Lajer mengadakan musyawarah untuk menentukan nama desanya. 

Meskipun sempat terjadi perbedaan pendapat, akhirnya mereka yang bermusyawarah itu, memutuskan untuk menggunakan nama Lajer sebagai nama Desanya. Lajer sendiri merupakan nama seorang pejuang kelahiran daerah itu, pejuang yang gigih membela kebenaran melawan kesewenang-wenangan penjajah pada jaman penjajahan. 

Sebagai sebuah pemerintahan yang baru berjalan, pemerintah Kabupaten Indramayu tidak langung mengangkat Kuwu baaru secara demokrasi, pemerintah Kabupaten pada tahun-tahun pertama pendirian desa tersebut telah mengangkat pejabat kepala desa sementara (PJS) untuk penataan administrasi desa baru ini. 

Tercatat dalam sejarah desa lajer, bahwa dari tahun 1984 sampai dengan 1987 Lajer diperintah oleh tiga orang Pejabat Kepala Desa Sementara yang merupakan pejabat utusan pemerintah kabupaten, yaitu:
No
Nama
Jabatan
Pemerintahan
1
MUTARA
PJs Kuwu
1984-1986
2
CARBONI
PJs Kuwu
1986-1987
3
WASUT
PJs Kuwu
1987
Jika diamati secara seksama, PJs di Lajer ini terbilang banyak dan masa pemerintahannya terbilang singkat, hal tersebut terjadi dikarenakan Pjs pertama (Bapak Matura) dan kedua (Bapak Carboni) mengundurkan diri sebelum pemilihan Kuwu dilaksanakan secara demokrasi, pengunduran diri Pjs pertama dikarenakan sakit dan sudah tidak memungkinkan lagi untuk menjadi Pjs.

Begitupun juga dengan Pjs ke dua, beliau juga mengundurkan diri, alasan pengunduran diri karena beliau memasuki masa pensiun, Pjs Kuwu Lajer kedua tersebut merupakan anggota ABRI (Sekarang TNI-POLRI).  Pada masa PJs ke tiga barulah kemudian Desa Lajer dapat melaksanakan pemilihan Kuwu secara langsung.


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search