Riwayat Pangeran Arya Carbon

- Juni 07, 2018
Pangeran Arya Carbon atau Pangeran Dipati Carbon I adalah anak dari Pangeran Pasarean dengan Ratu Nyawa, dengan demikian maka beliau merupakan cucu dari Sunan Gunung Jati.

Sepeninggal ayahnya, sebenarnya Pangeran Arya Carbon ini di rencanakan akan dinobatkan menjadi Sultan Cirebon selanjutnya, akan tetapi beliau wafat sebelum dinobatkan, diperkirakan beliau wafat pada umur 16-20 Tahun.

Baca Juga : Cucu-Cucu Sunan Gunung Jati

Menurut Nasakah Mertasinga[1], pada umur 13 tahun beliau didapati menghamili embannya (Pengasuh) yang bernama Andumanis, seorang pengasuh yang berasal dari Talaga. 

Peristiwa ini kemudian menggerkan Cirebon, bahkan karena peristiwa itu, Pangeran Makdum mendesak dewan Wali Kerajaaan Cirebon untuk segera mengangkat Pangeran Arya Carbon menjadi Raja, karena meskipun beliau masih kecil ternyata sudah Baligh, terbukti dari hamilnya Andumanis olehnya. Akan tetapi usulan tersebut ternyata ditolak oleh Sunan Kalijaga.

Sebelum peristiwa hamilnya Andumanis yang menggemparkan itu, sebenarnya Pangeran Arya Cirebon sudah dinikah kan sejak kecil, beliau dikisahkan dinikahkan dengan Ratu Wanawati, Inisitaif dari pernikahan tersebut adalah Sunan Gunung Jati sendiri. Gelaran pernikahan itu dilaksanakan ketika Pangeran Arya Cirebon berumur 5 tahun, sementara Ratu wanawati kala itu berumur 3 tahun. Sebenarnya baik Arya Carbon maupun Ratu Wanawati adalah sama-sama cucu Sunan Gunung Jati[2].

Selain menikah dengan Ratu Wanawati beliau juga dikisahkan memiliki seorang selir yang tak disebutkan namanya. Dengan demikian Pangeran Arya Cirebon dikisahkan memiliki 3 Istri yaitu (1) Andumanis (2) Selir yang tak disebutkan namanya, dan (3) Ratu Wanawati.

Baik dengan Andumanis maupun dengan selir yang tak disebutkan namanya itu, beliau memiliki keturunan, hanya saja anak Andumanis tidak disebutkan namanya, sementara buah perkawinannya dengan selir misterius itu, dikisahkan melahirkan seorang anak laki-laki yang diberinama Suta Agung Wirasuta, Suta Agung ini kemudian diasuh oleh Gedeng Wanuhaji, dan kelak ketika besar menjadi Penguasa di Gebang.

Sementara itu, buah dari perkawinan Pangeran Arya Carbon dengan permasiurinya Ratu Wanawati menghasilkan seorang anak yang kelak diberinama Pangeran Agung. 

Selama hidupnya Pangeran Arya Carbon tidak pernah melihat Pangeran Agung, mengingat beliau wafat saat Ratu Wanawati masih dalam keadaan mengandung.

Wafatnya Pangeran Arya Carbon kemudian semakin memperpanjang masa penantian Raja baru di Cirebon, pada saat wafat beliau dimakamkan di Kemuning, oleh karena itu, selain dikenal dengan nama Pangeran Arya Carbon, beliau juga dikenal dengan nama Pangeran Seda Kemuning. Yang bermaksud Pangeran yang wafat/dikebumikan di Kemuning.
_______________
[1] Naskah Mertasinga. Pupuh LX.21-LX.26
[2] Naskah Mertasinga. Pupuh LV.1-04-13


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search