Nyi Gedeng Pancuran, Waliullah Wanita Puteri Sunan Ampel

- Juli 03, 2018
Nyi Gedeng Pancuran dipercaya sebagai Waliullah dari kalangan wanita, beliau dikisahkan suka mengembara sambil menyebarkan agama Islam, begitulah hidupnya mewarisi kebiasaan ayahandanya Sunan Ampel.
Baca Juga : Silsilah Dan Asal-Usul Para Wali Di Tanah Jawa
Nyi Gedeng Pancuran dalam catatan sejarah Cirebon dikenal sebagai seorang wali bijak yang penuh karomah. Pada saat Cirebon dipimpin oleh Panembahan Ratu, Nyi Gedeng Pancuran berkunjung ke Cirebon, beliaupun disambut dengan penuh kegembiraan, beliau kemudian ditempatkan di Karang Pasardawa, diluar batas Kota yang disebut Karanggetas.
Kisah mengenai kedatangan Nyi Gedeng Pancuran dikisahkan dalam naskah Mertasinga pupuh lXVII.30-LXVIII.07. Dalam naskah ini dikisahkan bahwa :
Nyi Gedeng Pancuran adalah puteri dari Sunan Ampel, beliau seumur hidupnya selalu mengembara. Kedatangannya ke Cirebon disambut dengan penuh kegembiraan.
Setelah sang Wali duduk, panembahan menyampaikan baktinya kepada eyang. Kemudian jelas bahwa sang wali mulia itu selama hidupnya tidak tetap tempatnya.
Mula-mula sekali dia tinggal di Tuban, di Padepkan Pancuran tempatnya, karena itu kemudian dia dipanggil dengan nama Nyi Gedeng Pancuran.
Setelah lama berada distu lalu dia pindah ke Jepara, di Padepokan Karang Kemuning, dimana kemudian dia dipanggil nyi Gedeng Kemuning.
Setelah beberapa lama di Jepara, lalu pindah ke Madura, dimana disana kemudian dipanggil Nyi Gedeng Sampang.
Setelah lama disana, lalu pindah lagi ke Kajangan, dipinggir laut tempatnya. Disana dia dipanggil Nyi Gedeng Kajangan.
Dari Kajangan lalu dia pergi ke Pakungwati (Cirebon). Kedatangan Nyi Gedeng disambut dengan gembira oleh Panembahan dan dianggap sebagai pengganti dari eyangnya (Sunan Gunung Jati) yang telah tiada. Begitulah kehadiran Nyi Gedeng Pancuran, disambut oleh semuanya, dan dia tinggal di Karang Pasasardawa, diluar batas Kota Cirebon yang disebut Karanggetas. 
Menurut Hikayat Hasanudin (Graff, KIJ: 1985:54), Nyi Gedeng Pancuran bersuamikan Pangeran Karang Kemuning, atau Makdum Sampang, seorang ulama dari Atas Angin (Sumatra?). Keturuananya menjadi penghulu Masjid Demak. Setelah Sumainya meninggal Nyi Gedeng Pancuran menetap di Pancuran dan berbagai daerah untuk mengembara dan menyebarkan agama Islam, termasuk ke Cirebon. Pada kahir hidupnya beliau kembali ke Demak dan ketika wafat dimakamkan disana.


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search