Makna Sumpah Palapa

- November 15, 2018
Sumpah Palapa adalah sumpah dari seorang yang bernama Gajah Mada ketika ia baru saja dilantik mengemban jabatan sebagai Mahapatih Amangkubumi (Perdana Mentri) Kerajaan Majapahit. Sumpah Palapa yang diucapkan Gajah Mada ketika itu tentu mempunyai maknanya sendiri, sebab tidak mungkin Sumpah dari seorang pejabat tinggi kerajaan tidak mempunyai makna.

Sebelum kita membahas mengenai apa makna dibalik diucapkanya Sumpah Palapa, tentu kita harus mengenal terlebih dahulu bagiamana bunyi dari sumpah palapa itu, sehingga kalau sudah mengetahui seperti apa sumpah itu diucapkan maka tentu kita nantinya dapat memahami makna sumpah palapa tersebut.

Sumpah Palapa, teks dan bunyinya disebutkan dalam Naskah Pararaton, adapun kandungan dari teks sumpah palapa itu adalah sebagai berikut:
"Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, TaƱjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa". 
Terjamah:
"Jika telah mengalahkan Nusantara, saya (baru akan) melepaskan puasa. Jika mengalahkan Gurun, Seram, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikianlah saya (baru akan) melepaskan puasa".
Setelah kita memahami kandungan dari sumpah palapa di atas, dapatlah dipahami bahwa sumpah palapa di atas rupanya berkenaan dengan tekad Gajah Mada untuk menaklukan 11 kerajaan-kerajaan yang berada di Nusantara, baik itu kerajaan-kerajaan yang ada di pulau Jawa maupun diluar pulau Jawa. Yang menjadi catatan selanjutnya adalah apabila ia belum menaklukan ke sebelas kerajaan-kerajaan itu ia tidak akan melepaskan puasa.

Memahami hal tersebut maka makana sumpah palapa yang tersirat dalam sumpah tersebut adalah sebagai berikut:

  • Gajah Mada setelah diangkat menjadi Mahapatih akan bertekad memajukan Majapahit, baik Ekonomi, Militer, Politik dan Budaya. Sebab kalau Kerajaan ingin menguasi 11 Kerajaan yang tersebar di Nusantara ya harus punya kekuatan Ekonomi, harus juga punya kekuatan Militer yang besar, Politik yang dimainkan Kerajaan juga harus hebat, ditambah Budaya Majapahit juga harus unggul dari wilayah yang akan dikuasai, sebab kalau tidak unggul tidak mungkin sebelas negara yang akan ditaklukan itu sudi dibawah pimpinan Majapahit.
  • Gajah Mada sebelum menguasai ke sebeas kerajaan-kerajaan tersebut tidak akan menghentikan puasanya, puasa tersebut bermaksud menikmati kehidupan dunia, seperti foya-foya, makan enak, beristri banyak dan lain sebagainya. Foya-foya, makan enak dan beristri banyak pada masa itu bagai seorang Mahapatih bukan hal yang dilarang, tapi Gajah Mada bernai meninggalkan hal itu semua demi memajukan Majapahit dari segala bidang untuk menguasai 11 Kerajaan yang tersebar di Nusantara itu. 

Demikianlah makana yang terkandung dalam Sumpah palapa, akan tetapi inti dari makna sumpah palapa yang disebutkan Gajah Mada itu sebenarnya adalah “Saya Gajah Mada tidak akan hidup bergelimang harta bila belum memajukan Majapahit” itulah inti dari makna sumpah palapa yang diucapkan Mahapatih Amangkubumi Gajah Mada.


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search