Soekarno Dijebak Filem Biru

- Desember 24, 2018
Selama hidupnya selain dipuja banyak orang Soekarno juga rupanya dibenci banyak orang pula, pembencinya ini pada umumnya melakukan berbagai cara untuk dapat menumbangkan Soekarno dari kedudukannya sebagai presiden Indonesia, tercatat sebanyak 7 upaya pembunuhan Soekarno yang dilakukan pembencinya, mulai di tembak, dibom, di granat tapi Soekarno tetap selamat.

Baca juga; Tujuh Upaya Pembunuhan Soekarno

Dari sekian banyak upaya para pembenci Soekerno untuk menjatuhkannya dari tampuk kekuasaan ternyata ada satu kisah yang menggelikan, pembencinya berupaya menjatuhkan Soekarno dengan cara menghancurkan karakternya melalui jebakan filem biru, filem tersebut dibuat sedemikian rupa, yang mana didalamnya Soekarno digambarkan sedang melakukan adegan adegan tak senonoh dengan seorang Intelegen Wanita Rusia.

Peristiwa pembunuhan karakter soekarno melalui jebakan filem biru itu terjadi pada dekade 1950-1960, Pelakunya adalah pemerintah Amerika yang kala itu tidak senag dengan Soekarno karena terlalu dekat dengan Uni Soviet dan sulit dikendalikan.

Melalui perpanjang tangan Central Intelligence Agency (CIA), Amerika melancarkan misi rahasia yang bertujuan membunuh karakter dan kewibawaan Presiden Soekarno melalui propaganda media popular melalui produksi Filem Biru yang diperankan oleh pemeran yang mirip Soekarno.

Tujuan dari kampanye hitam ini adalah mengubah persepsi masyarakat internasional terhadap Soekarno yang anti kapitalisme dan mengagumi kaum Hawa tetapi tunduk tak berdaya di bawah kendali agen wanita rahasia Rusia.

Perbuatan tak senonoh yang dilakukan Soekarno Palsu itu digambarkan sangat menjijihkan, dilakukan dengan wanita bule berambut pirang, agen Rusia yang menyamar sebagai Pramugari.

Kabar mengenai adanya usaha pembunuhan Karakter Soekarno melaui jebakan Filem Biru ini dituliskan oleh Blum, seorang penulis Amerika, ia menuliskan kabar ini setelah mendapatkan pengakuan dari mantan Angota CIA, Joseph Burkholder Smith, yang menulis buku Portrait of a Cold Warrior.

Dalam memproduksi filem itu, CIA menerjunkan Kepala Kepolisian Los Angeles guna  mencari pria berkulit gelap yang sedikit botak dan wanita pirang yang cantik. 

Tak ada yang mirip Soekarno, CIA membuat topeng khusus yang mirip Soekarno kemudian dikirim ke Los Angeles. Pemeran adegan filem disuruh memakai topeng Soekarno selama beradegan tak senonoh selayaknya suami istri. CIA merekam dan mengambil foto-foto adegan biru tersebut.

Filem Biru itu dikerjakan di studio Hollywood yang dioperasikan Bing Crosby dan saudaranya. Filem ini dimaksudkan sebagai bahan bakar tuduhan bahwa Soekarno (diperankan pria Chicano) mempermalukan diri dengan meniduri agen Soviet (diperankan perempuan pirang Kaukasia) yang menyamar sebagai pramugari maskapai penerbangan. Proyek ini menghasilkan setidaknya beberapa foto, dan adegan tak senonoh dalam bentuk Vidio.

Namun foto-foto dan Vidio itu akhirnya tak jadi disebarluaskan. Banyak versi kenapa CIA batal menyebarkan adegan tak senonoh itu. 

Salah satu versi menyebutkan, bahwa ketika Soekarno berkunjung ke Amerika, salah satu Agen CIA menunjukan foto adegan tak senonoh dihadapan Soekarno secara langsung sambil mengancam akan menyebar luaskannya, akan tetapi bukanya Soekarno marah atau takut justru Soekarno terbahak-bahak, bahkan Soekarno dalam menanggapi foto itu ia berujar “Rakyatku Justru Bangga Kalau Presidennya bercinta dengan orang kulit putih”.

Sikap Soekarno yang lain daripada laki-laki pada keumumanya ini yang kemudian menghancurkan niatan CIA untuk menjatuhkan karakter Soekkarno melaui jebakan filem biru, setelah peristiwa itu prooduksi filem dan foto biru Soekarno Palsu yang dihasilkan Holywood itu batal digunakan.

Dalam versi yang lainnya, gagalnya jebakan filem biru yang dibintangi Soekarno itu karena memang kultur orang Indonesia dan Nusantara pada waktu itu mengangap kampanye hitam seperti itu tak mempan untuk menjatuhkan Soekarno. 

Apalagi ada mitos yang percaya jika seorang laki-laki gagah  dan berkuasa, maka dirasa sah-sah saja berhubungan dengan banyak wanita, mengingat raja-raja di Nusantara pun dulu memiliki banyak istri dan selir.

Baca Juga: Biografi Soekarno, Presiden Indonesia Pertama


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search