Sultan Badrudin Dari Kanoman Ditangkap Belanda

- Juni 20, 2019
Pada Tahun 1678 Masehi, Kesultanan Cirebon dibagi menjadi dua Kesultanan yaitu Kesultanan Kasepuhan dan Kanoman. Yang menjadi Sultan di Kasepuhan Pangeran Martawijaya dengan gelar Sultan Sepuh Raja Syamsyudin, sementara yang menjadi Sultan di Kanoman adalah Pangeran Kertwijaya dengaan gelar Sultan Anom Mohamad Badrudin.

Pada saat Kanoman diperintah oleh Sultan pertamanya terjadi peristiwa yang cukup menggemparkan Cirebon, sebab Sultan Badrudin di tangkap Belanda. Penangkapan Sultan Kanoman oleh Belanda dikisahkan membuat murka anaknya yang bernama Pangeran Pringganbaya, sehingga sang anak berencana mengusir Belanda dari Cirebon.

Sultan Badrudin yang mempunyai nama asli Kertawijaya adalah anak Panembahan Girilaya, Sultan Cirebon kedua. Sultan Badrudin juga sebenarnya adik kandung dari Sultan Kasepuhan pertama.

Sebab-sebab ditangkapnya Sultan kanoman Pertama oleh Belanda dikisahkan dalam naskah Mertasinga, dalam naskah itu dijelaskan bahwa ada seorang Patih Kesultanan Kasepuhan merasa tidak puas hati dengan terpecahnya Kesultanan Cirebon, sehingga ia ingin Cirebon menjadi satu kerajaan saja.

Patih dari Kasepuhan itu bernama Ki Nadin. Dalam rangka mewujudkan cita-citanya untuk menyatukan kembali Kesultanan Cirebon, Ki Nadim membuat rencana pembubaran Kesultanan Kanoman. Caranya dengan membenturkan Kesultanan Kanoman dengan Belanda.

Ki Nadin mengabarkan kepada Belanda jika Sultan Kanoman mengadakan kerjasama dengan orang-orang Bugis untuk melawan Belanda. Pada saat itu orang-orang Makassar dan Bugis yang dipimpin Karaeng Galesong memang mengadakan persekutuan dengan para Pangeran dari Kesultanan Mataram yang anti Belanda, sehingga kabar yang diperoleh Belanda dari Ki Nadin cepat ditanggapi Belanda.

Tidak lama selepas menerima berita dari Ki Nadin, Belanda menerjunkan prajuritnya menyerbu Keraton Kanoman, untungnya Sultan Kanoman yang merasa kaget dengan kondisi itu tidak terpancing. Sultan memerintahkan Prajuritnya untuk tidak melawan Belanda. Sehingga akhirnya disepakati perdamaian diantara keduanya.

Sultan Badrudin dibawa ke Benteng Belanda, kemudian ditahan sambil menunggu penyelidikan tentang benar atau tidaknya sang Sultan besekutu dengan orang-orang Bugis untuk melawan Belanda.

Kabar mengenai Sultan Badrudin yang ditangkap Belanda membuat Pangeran Pringgabaya mempersiapkan pasukan kecilnya untuk menyusul ayahnya ke Benteng Belanda. Sempat terjadi percekcokan antara Belanda dan Pangeran Pringgabaya, namun Pangeran Pringgabaya akhirnya diperbolehkan untuk menemui ayahnya.

Mulanya, Pangeran Pringgabaya meminta izin kepada ayahnya untuk memerangi Belanda, akan tetapi ayahnya mencegahnya, sebab ia merasa difitnah. Pangeran Pringgabaya dianjurkan oleh ayahnya agar menuntut Belanda untuk membuktikan fitnah yang dialamatkan pada ayahnya.

Belanda kemudian menerima tuntutan itu dan melakukan penyelidikan, setelah dilakukan penyelidikan, rupanya Sultan Badrudin tidak terbukti bekerjasama dengan orang-orang Bugis untuk melawan Belanda. Maka selepas itu Sultan Badrudin dibebaskan kembali sedangkan Belanda kemudian meminta maaf.

Sementara Ki Nadin yang kedapatan sebagai dalang dari peristiwa itu tidak disebutkan nasibnya, naskah mertasinga tidak menceritakan kish selanjutnya.

Baca Juga: Matawijaya dan Kertawijaya, Calon Raja Cirebon Yang isekap Raja Mataram

Berkomentarlah yang terarah dan jelas agar dapat dipahami dan dibalas admin.
EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search