Mpu Bharada

- November 10, 2019
Menurut Negara Kertagama Mpu Bharada yang hidup pada masa Raja Airlangga (Raja Kahuripan) adalah seorang Pendeta Budha, hal tersebut menjadi unik kerena Mpu Bharada mampu menjadi guru spiritual Raja Airlangga yang penganut Agama Hindu.

Selain dalam Negara Kertagama, nama Mpu Bharada juga muncul dalam naskah serat calon arang sebagai tokoh yang membantu Raja Airlangga mengalahkan musuhnya. Yaitu seorang janda sakti berilmu hitam dari Desa Girah bernama Calon Arang. Selanjutnya dalam naskah tersebut juga dijelaskan bahwa Raja Airlangga berguru kepada Empu Bharada ketika ia melepaskan tahtanya.

Calon Arang merupakan musuh Mpu Bharada yang cukup sulit ditaklukan karena mempunyai ilmu hitam yang cukup mumpuni, wanita tersebut juga dikisahkan sering melakukan teror pada rakyat Kahuripan dengan ilmu hitamnya. Merasa sulit ditaklukan dengan jalan adu kesaktian, Mpu Bharada mengutus muridnya Mpu Bahula untuk mengawini anak Calon Arang yang bernama Ratna Manggali.

Melalui perkawinan tersebut akhirnya Mpu Bahula dapat mencuri kitab kesaktian yang dimiliki Calon Arang, Empu Bahula kemudian menyerahkan kitab tersebut kepada Mpu Bharada, akhirnya tanpa kitab tersebut Calon Arang dapat dikalahkan oleh Mpu Bharada dan selepas itu tidak ada lagi terror ilmu hitam di Kahuripan.
Ketika Raja Airlangga memerintah Kahuripan kedua anaknya saling berebut tahta, oleh karena itu, Airlangga berniat merjakan satu anaknya di Bali yang merupakan kerajaan dari ayah Airlangga, guna memuluskan cita-citanya itu Airlangga mengutus Empu Barada ke Bali untuk membujuk keluarga Airlangga agar mau merajakan anak Airlangga akan tetapi permintaaan tersebut ditolak, karena kebetulan di Bali baru saja dianggakat seorang Raja baru.

Kiprah Mpu Bharada kemabali tercatat selepas kegagalan Mpu Barada membujuk Raja Bali untuk merajakan anak Airlangga, Mpu Bharada kembali ditunjuk untuk membelah kerajaan Kahuripan menjadi dua bagian. Pembelahan kerajaan tersebut bertujuan agar kedua anak Airlangga sama-sama menjadi Raja dan mempunyai kekuasaan masing-masing.

Setelah menetapkan batas-batas kerajaan Kahuripan yang telah dibelah dua, Mpu Barada mengucapkan kutukan bahwa “barang siapa berani melanggar batas tersebut, kehidupannya akan mengalami kesialan” Kerajaan Kahuripan yang dibelah menjadi dua tersebut kelak dikenal dengan nama Kerajaan Jenggala dan Panjalu (Kerajaan Kediri).

Baca Juga: Kerajaan Kahuripan Terbelah Dua

Berkomentarlah yang terarah dan jelas agar dapat dipahami dan dibalas admin.
EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search