Sejarah Desa Palimanan Kec Palimanan Kab Cirebon

Sejarah Desa Palimanan yang dimaksudkan dalam bahasan ini adalah sejarah asal-usul munculnya nama Palimanan serta beberapa catatan kuno yang menyebut-nyebut Palimanan. 

Palimanan pada saat ini, selain menjadi nama Kecamatan, juga menjadi nama beberapa desa di Kabupaten Cirebon. Desa Palimanan tergolong desa tua, karena eksistensinya telah ada di zaman Sunan Gunung Jati bahkan lebih tua lagi. 

Palimanan Dari Udara

Sejarah asal-usul Palimanan yang ditulis secara ngawur oleh beberapa orang memunculkan anggapan jika asal-usul Palimanan berasal dari kata "Peli" atau Peler (Buah Dzakar) dalam bahasa Indonesia. Hal tersebut tentu saja sesuatu yang mengada-ngada. 

Lalu apa sih sebetulnya arti dari kata Palimanan itu...? 

Jika dipahami dari kata bahasanya, Palimanan dimungkinkan berasal dari kata Liman, yang diberi imbuhan " Pa" dan akhiran "an" sehingga akhirnya diucapkan "Palimanan" 

Liman dalam bahasa Jawa Kuno maupun Sunda Kuno (Adopsi dari kata bahasa Sansekerta) artinya sama dengan Gajah. Maka jangan heran, jika Kesultanan Cirebon mempunyai Kreta Kencana tunggangan Sultan Kanoman yang dinamai "Kreta Kencana Paksi Naga Liman" karena memang bentuk dari Kreta itu merupakan perpaduan antara hewan Garuda (Paksi) Naga (Ular Naga) dan Gajah (Liman). 

Kereta Kencana Paksi Naga Liman

Kemungkinan, dahulunya daerah yang disebut Palimanan itu adalah tempat Gajah Jawa (Spesies Gajah Pulau Jawa) berkumpul, sehingga masyarakat setempat dikemudian hari menamainya 'Palimanan"

Imbuhan awalan 'Pa' dan imbuhan akhiran 'An' dalam mengiringi dan mengakhiri suatu kata bahasa, biasa digunakan oleh orang Jawa Barat tempo dulu, seperti, Kancil menjadi Pakancilan, Rujak menjadi Parujakan, Ngandara, menjadi Pangandaran dan lain sebagainya. 

Jadi, yang menuliskan asal-usul Palimanan dari kata Peler/Peli jelas merupakan hal yang dibuat-buat. 

Syukurnya, ketika penulis mencari-cari gambar di Internet seputar Palimanan, ditemukan foto kantor Desa Palimanan Barat yang masih meletakan Patung Gajah (Liman) di depan Balai Desa mereka, ini artinya siapapun orang yang membuat patung itu, artinya mereka belum Kepaten atau tidak lupa pada sejarah tempat kelahiran mereka yang dituturkan dari generasi ke genarasi. Mereka masih paham bahwa kata Palimanan, nama desa mereka itu, sejatinya berasal dari kata "Liman" yang mempunyai arti Gajah.

Patung Gajah di Balai Desa Palimanan Barat

Palimanan dalam Catatan Kuno 

Catatan mengenai daerah Palimanan tercatat dalam beberapa Naskah Babad Cirebon, Palimanan dalam Babad Cirebon disebut-sebut sebagai daerah yang dijadikan cabang pemerintahan Galuh dan Rajagaluh untuk mengontrol daerah pesisir pantai Utara Pajajaran, seperti Indramayu dan Cirebon. Kala itu, Cirebon dan Indramayu disebut sebagai wilayah kekuasaan Pajajaran dalam kontrol Galuh dan Rajagaluh yang mengawasi Cirebon dan Indramayu dari Palimanan. 

Masih menurut Babad Cirebon, bahwa Palimanan juga dahulu menjadi laga pertempuran antara pasukan persekutuan Cirebon dan Demak melawan Pasukan Pajajaran yang dibantu kerajaan bawahannya seperti Rajagaluh, Galuh, Talaga, Igel, Gempol dan Sindangkasih. 

Menurut Naskah Mertasinga, Palimanan sebelum ditaklukan Cirebon diprintah oleh Arya Gumiringsing, merupakan Bahawan Rajagaluh yang kala itu diprintah oleh Prabu Cakraningrat dengan Patihnya Arya Kiban. 

Baca Juga : Arya Kiban, Senopatih Dari Galuh

Selain dikisahkan dalam beberapa Babad Cirebon, nama Palimanan juga tercatat dalam Babad Dermayu, dalam naskah ini disebutkan bahwa, ketika Raden Kertawijaya (Anak Raden Benggala, Wiralodra IV) menjadi Panglima Perang Cirebon, Raden Kertawijaya menyerang Benteng Belanda di Palimanan. Dalam naskah ini mengindikasikan jika masa penjajahan Belanda, Palimanan juga dijadikan sebagai benteng pertahanan Belanda di wilayah Kabupaten Cirebon. 

Baca Juga : Formasi Perang Burung Bayan Dalam Perang Cirebon Vs Rajagaluh

1 Komentar untuk "Sejarah Desa Palimanan Kec Palimanan Kab Cirebon"

  1. Sedikit berbagi secara linguistik
    PALIMANAN
    PA-LIMAN-AN
    PA = tempat
    LIMAN = GAJAH
    AN = jamak ( lebih dari satu )
    CONTOH LAIN
    PAGUYUBAN
    PA = tempat
    GUYUB = kumpul
    AN = jamak
    PASAREAN
    PA = tempat
    SARE = tidur ( istirahat )
    AN = jamak
    PALINGGIHAN
    PASUKETAN
    PAJAJARAN
    PATEMONAN
    PARAHYANGAN
    PASAMBANGAN
    PASURUAN
    dll

    BalasHapus
Berkomentarlah yang terarah dan jelas agar dapat dipahami dan dibalas admin.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel