Cirebon Menyerang Indramayu (Naskah Mertasinga XLIII.15-XLV.15)

- April 25, 2017
Peristiwa serangan Cirebon ke Indramayu dalam Naskah Mertasinga terdapat pada pupuh XLIII.15-XLV.15. Penyerangan Cirebon ke Indramayu diprakarsai oleh Arya Kuningan. Serangan tersebut dilatar belakangi oleh karena penguasa Indramayu belum tunduk dan Berislam dibawah Cirebon.
Setelah memperoleh Ijin dari Sunan Gunungjati, Arya Kuningan berangkat memimpin bala tentara Cirebon untuk menyerang Indramayu. Pasukan Arya Kuningan membawa bendera merah dengan tulisan lafad "Muhammad" berwarna emas.

Setelah beberapa hari melakukan perjalanan. Kemudian dalam perjalanan tesebut Arya Kuningan melihat seekor Kijang yang beralu lalang didepan pasukannya. Melihat kijang didepan mereka konsentrasi Arya Kuningan tuk menyerang Indramayu seolah bubar, mereka malah memburu Kijang tersebut untuk dijadikan santapan.
Monumen Bundaran Kijang Indramayu
Karena pergerakan Kijang tersebut sangat lincah pada nantinya bala tentara Cirebon yang dipimpin Arya Kuningan menjadi repot menagkapnya sehingga tercerai berai. Sementara itu sebagai pemimpin pasukan Arya Kuningan justru merasa dipencundangi oleh Kijang tersebut.

Arya Kuninganpun kemudian terjun langsung memburu Kijang tersebut dengan memacu kudanya, namun sayang ketika Kijang tersebut melompat ke sungai, Arya Kuningan ikut melompatinya bersama kudanya, dan sialnya kuda beserta Arya Kuningan malah jatuh dan tercebur disungai kemudian terseret kedalam arus yang kencang.

Namun demikian untungnya peristiwa tersebut tidak menyebabkan tewasnya Arya Kuningan. Kini pasukan Cirebon yang sejatinya di persiapkan untuk menyerang Indramayu terpisah dengan pemimpinnya.

Selama 2 hari 2 malam pasukan Cirebon kemudian baru bertemu lagi dengan pimpinan pasukanya (Arya Kuningan) setelah melakukan pencarian. Setelah berkumpulnya Arya Kuningan dengan pasukanya, niat Arya Kuningan untuk menyerbu Indramayu kemudian dilanjutkan.

Namun demikian ternyata dalam perjalanan  menuju Indramayu tersebut mereka tersesat, seolah tak tau arah. Oleh karena itu, kemudian atas usulan salah satu prajuritnya Arya Kuningan kembali ke Cirebon, mengingat kondisi yang sudah tidak memungkinkan.

Penyerangan Cirebon ke Indramayupun akhirnya gagal. Selain hal-hal tetsebut diatas, dalam naskah Mertasinga juga disebutkan bahwa penguasa Indramayu disebut dengan nama Dalem Dermayu, sementara nama Indramayu disebut dengan Dermayu.

Dan dikhabarkan juga bahwa setelah kegagalan Arya Kuningan Menyerbu Indramayu, kemudian penguasa Indramayu ternyata mendatangi Cirebon dan menyatakan kerelaan jika Indramayu masuk dalam wilayah Cirebon sambil menyatakan keislamannya.

Baca juga:
 

Start typing and press Enter to search