Suta Jaya dan Keris Setan Kober

- Mei 03, 2017
Dikisahkan seorang pemuda asal Pekandangan (Indramayu) bernama Sutajaya, merantau ke Cirebon, di Cirebon ia kemudian melamar menjadi Prajurit Kesultanan. Kebetulan waktu itu Cirebon sedang membutuhkan Prajurit Jaga, dalam rangka untuk menjaga Gedong Siraradenok (Gedung Penyimpanan Senjata Kerajaan). 

Tapi apes, dalam melakukan tugas penjagaan itu, ternyata Sutajaya malah tertidur lelap didepan pintu gerbang gedong Siraradenok. Prajurit lain kemudian membopong Sutajaya di pagi harinya untuk dikuburkan. Tapi demikian kemudian Sutajaya Brontak.

Seluruh Prajurit heran, mereka bertanya-tanya dalam benak hatinya, kenapa Sutajaya masih hidup?

Sebab biasanya Prajurit yang ketiduran dalam jaga gedong sirara denok biasanya mati, karena dalam gedong tersebut terdapat keris Nagarunting yang dipercaya menghisap darah siapapun yang menjaga gedong tersebut ketika dalam keadaan tertidur.
 
Dianggap sakti, kemudian Prajurit lain melaporkan kejadian tersebut kepada Sultan, Sutajaya kemudian dipanggil Sultan, dan benar saja, pantas Sutajaya masih hidup sebab dalam pinggangnya terselip Keris Kiyai Setan Kober, Warisan Bapaknya Ki Jebug Angrum, Seorang Majapahit yang dahulu bertugas di Bandar Cimanuk (Indramayu).

Keris Setan Kober dipercaya penangkal keganasan Keris Nagarunting yang dipercaya sebagai Keris sakti yang makan darah.

Selanjutnya, setelah peristiwa tersebut, kemudian Sutajaya dinaikan pangkatnya menjadi Prajurit tingkat atas, Sutajaya kemudian juga dilibatkan dalam membangun Cirebon termasuk didalamnya terlibat dalam perang Galuh.

Atas jasa-jasa Sutajaya, kemudian Kesultanan Cirebon mengangkatnya menjadi Pinangeran (Mentri) serta menganugerahinya sebuah tanah di timur Cirebon, yang kelak tanah tersebut kemudian beliau jadikan Pedukuhan (Desa) yang diberi nama Gebang. Selanjutna Sutajaya kemudian dikenal dengan Arya Gebang.

Kisah mengenai Sutajaya ini dapat ditemui dalam kisah-kisah rakyat Indramayu, dan kisah ini juga biasa dimainkan dalam kesenian Sandiwara di Indramayu.

Kuat dugaan kisah di atas ini kisah fiksi yang dibuat-buat dalang sandiwara, mengingat dalam sejarah Cirebon sendiri tidak dikenal tokoh ini. 

Memang di Cirebon khusuanya di Gebang dikenal bahwa Gebang itu didirikan oleh Suta Agung yang bergelar Pangeran Gebang, tapi bukan anak Ki Jebug Angrum melainkan anak dari Pangeran Carbon bin Pangeran Pasarean dari Istri selirnya. Suta Agung dikisahkan semenjak kecil diasuh oleh Ki Gede Wanahaji, setelah dewasa kemudian diserahi tanah Gebang. Info mengenai Suta Agung ini dapat ditemui dalam Naskah Mertasinga. 

Untuk memahami asal-usul Suta Jaya atau Suta Agung sebagaimana yang terdapat dalam naksah mertasinga silahkan anda baca dalam artikel kami yang berjudul " Riwayat Pangeran Arya Carbon"
 

Start typing and press Enter to search