Keadipatian Indramayu, Masa Pendirian, Kejayaan Dan Kemunduranya

- November 15, 2017
Indramayu ditinjau dari sejarah awal mula didirkan sebagai sebuah dukuh/desa, berlanjut ke masa kejayaan Indramayu sebagai sebuah Keadipatan, hingga masa kemuduran Indramayu terekam baik dalam nasakah-naskah kuno, baik yang berasal dari Indramayu sendiri, Cirebon maupun naskah-naskah milik Penjajah Belanda. Selain kabar dari naskah-naskah tersebut, peninggalan arkelogis berupa bangunan, makam dan hal-hal lain yang berkaitan dengan sejarah Indramayu masih terawat hingga kini. Dengan demikian tidak sulit sebenarnya untuk menuliskan sebuah tulisan seputar masa pendirian, kejayaan dan kemuduran Indramayu.
1. Masa Pendirian Indramayu
Indrmayu sebagai sebuah padukuhan (Desa) didirikan pada hari Jumat Kliwon Tanggal 1 Muharam 934 Hijrah, bertepatan dengan 7 Oktober 1527 Masehi. Pada tahun ini sebenarnya belum muncul nama Indramayu, yang muncul pada waktu itu adalah DARMA AYU (Dermayu), nama Indramayu resmi digunakan setelah Pendiri Indramayu diangkat menjadi Adipati/Raja Bawahan dibawah kekuasaan Kerajaan Sunda Galuh dengan gelar Prabu Indrawijaya. Kata Indra (awal gelar) kemudian digabungkan dengan nama Darma Ayu, sehingga kemudian menjadi Indra Darma Ayu, Karena ejaan Indra Darma Ayu ini menurut pelafalan orang Indramayu tidak enak diucapkan maka jadilah kemudian diperhalus menjadi Indramayu. 

Dengan demikian maka pada awalnya yang dimaksud Indramayu adalah wilayah atau keadipatian yang dikuasi oleh seorang Prabu yang bergelar Indrawijaya dengan ibu kotanya Darma Ayu atau Dermayu. 

Indramayu, didirikan oleh sorang pemuda dari Bagelen (Jawa Tengah) yang bernama Arya Wiralodra, beliau merupakan anak dari Gagak Singalodraka, Cucu dari Gagak Wirakusuma, yang merupakan keturunan bangsawan karena buyutnya Tumenggung Gagak Pernala merupakan seorang Tumenggung di Bagelen. Maka dengan demikian baik kakek maupun ayahnya jelas sorang Tumenggung, karena memang pada jaman itu Jabatan itu diperoleh turun temurun. 

Sebelum mendirikan Indramayu, Arya Wiralodra sebenarnya sudah hidup enak di Bagelen, hanya saja karena dikisahkan beliau ini ingin babad alas dan mendirikan perkampungan dengan tangnya sendiri maka untuk kemudian Wiralodra mengembara ke Daerah Pasundan untuk membuat perkampungan. Dalam pengembaraan ini beliau ditemani Ki Tinggil. 

Wiralodara rupanya memilih sebuah daerah yang berdekatan dengan Sungai, dalam kasus ini Wiralodra memilih daerah dipinggir Sungai Cimanuk. Amat wajar karena memang sungai merupakan pendorong denyut perekonomian sebuah kampung kala itu, yang mana airnya bisa dimanfaatkan untuk bercocok tanam, sementara Spesies yang hidup dalam air sungai itu, bisa dijadikan pencaharian untuk melangsungkan hidup. 

Pada mulanya Desa yang di dirikan oleh Arya Wiralodra belum bernama Darma Ayu, nama ini digunakan pasca suksesnya Wiralodra membangun kampung, dalam Sejarah Indramayu nama awal Desa sebelum diubah menjadi Darma Ayu adalah Padukuhan Cimanuk, karena memang Desa/Padukuhan tersebut perada di pinggir sungai Cimanuk. 

Diduga percepatan pembangunan di padukuhan baru ini dikarenakan padukuhan ini tidak terlampau jauh dengan pelabuhan Cimanuk milik kerajaan Sunda (Hanya puluhan Kilometer Seja), sebab itulah Desa Baru tersebut cepat ramai. 

Padukuhan cimanuk kemudian diubah namanya menjadi Darma Ayu setelah kedatangan seorang wanita cantik yang bernama Endang Darma Ayu. Wanita tersebut merupakan wanita yang sangat dicintai Wiralodra sehingga namanya kemudian diabadikan menjadi nama tempat atau desa yang sebelumnya dibangun wiralodra, yaitu desa Endang (Kini Menjadi Sindang) dan Desa Darma Ayu (Kini menjadi Dermayu). 

Kisah perubahan nama Padukuhan Cimanuk menjadi Darma Ayu ini terbilang melankonis, kisahnya mengharukan, adapun kisah lengkap megenai peristiwa tersebut dapat ada baca dalam artikel yang berjudul “Sejarah Pendirian Indramayu” dan “ Sejarah Desa Sindang Indramayu” Demikianlah kisah awal pendirian Indramayu, dimana diketahui bahwa tokoh tokoh awal pendiri Indramayu adalah Arya Wiralodra,  Ki Tinggil dan Endang Darma Ayu. 

2. Masa Kejayaan Indramayu
Setelah Indramayu didirikan, dan kemudian Wiralodra berhasil mensejahterakan rakyatnya, ternyata Wiralodra mampu meyakinkan pusat (Kerajan Sunda Galuh) bahwa Indramayu benar-benar dapat memberikan kontribusi positif terhadap negara, maka untuk kemudian Kerajaan Galuh mengangkat Arya Wiralodra sebagai penguasa Cimanuk, dan Wilayah Sekitarnya (Termasuk Pelabuhan Cimanuk), Wiralodra kemudian diangkat menjadi Raja Daerah dengan gelar Prabu Indrawijaya. Inilah titik awal dari kejayaan Indramayu. Karena dari yang semula hanya sebuah dukuh/desa kini menjelma menjadi Kerajaan Bawahan. 

Setelah Kerajaan Sunda galuh mulai lemah, rupanya Indramayu menjadi sasaran Kerajaan Cirebon dan Demak, Indramayupun kemudian pada masa ini tidak lagi menjadi bawahan Galuh, melainkan menjadi kerajaan Bawahan Cirebon, kisah masuknya Indramayu kedalam wilayah Cirebon dapat anda baca dalam artikel “Cirebon Menyerang Indramayu”.

Meskipun Indramayu dibawah Arya Wiralodra dua kali berganti Negara atasan, akan tetapi eksistensi Indramayu sebagai sebuah Kerajaan bawahan yang berdaulat terus gemilang terbukti dari makin meluasnya wilayah Indramayu, keadaan ini bertahan sampai pada kekuasaan selanjutnya yaitu masa Indramayu dipimpin oleh Wiralodra II dan Wiralodra III. Barulah kemudian setelah wafatnya Wiralodra III, Indramayu memasuki babak kemunduranya hingga kemudian menjadi jajahan Belanda. 

3. Masa Kemunduran Indramayu
Setelah wafatnya Wiralodra III, kemudian yang diangkat menjadi penguasa Indramayu selanjutnya adalah Wiralodra IV, masa ini, merupakan masa awal kemunduran Indramayu, dimana pada masa ini terjadi perebutan tahta antara pangeran keadaipatian Indramayu. Perebutan tahta ini pada nantinya berimbas pada pelemahan Indramayu dari dalam, dan untuk kemudian membawa Indramayu kedalam cengkraman penjajahan Belanda, kisah selengkapnya mengenai masa kemunduran Indramayu ini, dapat anda baca dalam artikel yang berjudul "Jatuhnya Indramayu Ke Tangan Penjajah Belanda".
 

Start typing and press Enter to search