Tempat Dan Iven Wisata Sejarah Di Kota Cirebon Yang Mesti Anda Kunjungi

- September 17, 2018
Cirebon merupakan kota transit yang sangat memiliki potensi tujuan wisata di Jawa Barat, Kota Cirebon menawarkan banyak pesona mulai dari wisata sejarah. Berikut ini adalah tempat wisata yang berada di dalam Kota Cirebon, awas ya berada di wilayah Kota Cirebon bukan di wilayah Kabupaten Cirebon.

Keraton Kasepuhan

Keraton Kasepuhan merupakan keraton kesultanan pertama di Cirebon yang dibangun oleh Pangeran Mas Mochammad Arifin II pada tahun 1529. Selain sebagai keraton tertua di Cirebon, keraton ini juga menjadi yang termegah dan paling terawat di kota ini. Keraton dikelilingi oleh tembok bata berwarna merah.

Keraton Kanoman

Keraton Kanoman berjarak hanya sekitar 600 meter dari Keraton Kasepuhan. Keraton ini dibangun oleh Sultan Badaruddin pada tahun 1588 karena terjadi perselisihan tentang siapa pewaris keraton. museum yang di dalamnya terdapat banyak benda peninggalan bersejarah seperti piring-piring antik dari Eropa yang merupakan koleksi sultan dahulu. Selain itu, keraton ini masih menjadi tempat tinggal keturunan ke-12 kesultanan yaitu Raja Muhammad Emiruddin dan keluarganya.

Keraton Kacirebonan

Keraton Kacirebonan dibangun pada tanggal 1800 M, Bangunan kolonial ini banyak menyimpan benda-benda peninggalan sejarah seperti Keris,Wayang, perlengkapan Perang, Gamelan dan lain-lain  Seperti halnya Keraton Kasepuhan dan Keraton Kanoman, Kecirebonan pun tetap menjaga, melestarikan serta melaksanakan kebiasaan dan upacara adat seperti Upacara Pajang Jimat dan sebagainya. Bangunan Kacirebonan masuk ke dalam model gaya percampuran Cina, Bangunan jaman Kolonial dan Tradisional. Bentuk bangunannya seperti bangunan pembesar pada zaman kolonial Belanda dengan pengaruharsitektur Eropa yang kuat.

Keraton Kaprabonan 

Keraton kaprabonan didirikan oleh pangeran adipati kaprabon semenjak 1696 M, sampai saat ini keraton kaprabonan masih berbentuk asli dan terus melestarikan kegiatan ritual agama islam seperti pengajian,tawasulan dan salawatan setiap malam jumat kliwon serta acara budaya seperti panjang jimat, macapat dan peringatan bulan syuro dengan menggelar pagelaran wayang.


Goa Sunyaragi

Gua Sunyaragi adalah sebuah gua yang berlokasi di kelurahan Sunyaragi, Kesambi, Kota Cirebon di mana terdapat bangunan mirip candi yang disebut Gua Sunyaragi, atau Taman Air Sunyaragi, atau sering disebut sebgaai Tamansari Sunyaragi. Nama "Sunyaragi" berasal dari kata "sunya" yang artinya adalah sepi dan "ragi" yang berarti raga, keduanya adalah bahasa Sanskerta. Tujuan utama didirikannya gua tersebut adalah sebagai tempat beristirahat dan meditasi para SultanCirebon dan keluarganya.

Masjid Agung Sang Cipta Rasa

Masjid Agung Sang Cipta Rasa, terletak di kawasan kompleks keraton kanoman, masjid ini adalah masjid tertua di Cirebon, yaitu dibangun sekitar tahun 1480 M atau semasa dengan Wali Songo menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Masjid agung sang cipta rasa memiliki desain arsitektur yang sangat unik, masjid ini memiliki dua ruangan yaitu ruangan beranda dan ruangan utama pada masjid agung sang cipta rasa. Selain itu masjid agung ini memadukan gaya demak, majapahit dan cirebon sendiri. Masjid ini memiliki khas atau keunikan tersendiri karena tidak memiliki memolo berupa kubah.

Masjid Merah Panjunan

Arsitektur Masjid Panjunan merupakan perpaduan budaya Hindu, Cina, dan Islam. Sekilas masjid ini tidak seperti masjid pada umumnya karena memang bentuk bangunannya menyerupai kuil hindu, adanya mihrab yang membuat bangunan Masjid Merah Panjunan ini menjadi terlihat seperti sebuah masjid, serta adanya beberapa tulisan berhuruf Arab pada dinding. Masjid Panjunan atau Masjid Merah Panjunan adalah sebuah masjid tua yang berada di Desa Panjunan, Lemahwungkuk, Cirebon. Masjid ini merupakan sebuah masjid berumur sangat tua yang didirikan pada 1480 oleh Syarif Abdurrahman atau Pangeran Panjunan, seorang keturunan Arab yang memimpin sekelompok imigran dari Baghdad, dan kemudian menjadi murid Sunan Gunung Jati.

Masjid At Taqwa

Masjid Raya at-Taqwa Kota Cirebon didirikan pada tahun 1918 di suatu kampung yang bernama Kejaksan, yang terdiri dari dua bagian, yang satu untuk dipergunakan sebagai Tajug Agung (Masjid At Taqwa sekarang) dan setengah bagian yang lain dipergunakan sebagai alun-alun (Alun-alun Kejaksan sekarang). Gaya arsitektur masjid yang mencirikan bangunan tropis dengan atap jurai serta dilengkapi dengan empat menara kecil (menaret) dan sebuah menara setinggi 65 meter. Namun kehadiran gerbang (gate) selebar 3 meter sebelum memasuki bangunan utama yang menjadi point of interest bangunan masjid memberi nilai tersendiri.

Cirebon Waterland

Cirebon waterland ade irma suryani merupakan destinasi wisata air yang memiliki fasilitas terlengkap, cirebon waterland terletak ditepi pantai kota cirebon sehingga memiliki pemandangan yang indah. Dimana taman ini dilengkapi dengan pasir putih layaknya di pantai. Wahana lain ada juga ayunan serta miniatur kapal yang terbuat dari kayu. Untuk naik ke kapal, pengunjung melalui tangga dan jembatan rintangan.Sementara bagi yang ingin menginap, tersedia fasilitas penginapan cottage bagi pengunjung yang ingin bermalam di sana. Ada 40 cottage.

Iven Wisata Sejarah

Adapun Iven wisata yang terkenal di Kota Cirebon adalah iven tahunan yang disebut pesona Cirebon, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia Dan Keraton Kasepuhan Cirebon Membuka Luas Dan Mengenalkan Keberagaman Budaya Yang Di Miliki Kota Cirebon Dalam Festival Pesona Cirebon Tahun 2016 Yang Lalu Untuk Meningkatkan Jumlah Kunjungan Wisatawan Asing Ataupun Domestik Yang Berkunjung.

Cirebon Atau Yang Lebih Di Kenal Kota Udang Merupakan Salah Satu Jalur Patura Yang Berbatasan Langsung Dengan Jawa Tangah Yang Memiliki Persentasi Yang Tinggi Untuk Di Jadikan Transit, Oleh Karena Itu Dinas Pariwisata, Keraton Kasepuhan Dan Kemenpar Membuka Peluang Cirebon Dalam Menjadi Destinasi Ungulan Pariwisata Di Jawa Barat Dengan Mengenalkan Potensi Pariwisata Cirebon Melalui Sebuah Festival Yang Mengubah Image Cirebon Sebagai Kota Transit Menjadi Kota Wisata. Festival Yang Semula Direncanakan Dengan Nama Festival Pesona Bahari Cirebon Ini Kemudian Diganti Dengan Nama "FestivalPesonaCirebon", Karena Untuk memperkenalkan Keseluruhan Cirebon Ke Masyarakat Luas, Bukan Hanya Potensi Baharinya Saja. Dalam festival tersebut cirebon dapat berkonribusi untuk membantu kementerian pariwisata untuk mendatangkan 20 wisman tahun 2019 dalam program visit cirebon tahun 2018. Dalam festival pesona cirebon keberagaman budaya sejarah di kemas dalam konsep moderenisasi tanpa menghilangkan unsur dan nilai dari setiap kreasi yang di tampilkan. 


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search