Anusapati

- November 14, 2018
Anusapati adalah Raja Singsari ke dua pengganti Ken Arok, ia sendiri merupakan anak tiri dari Ken Arok, Bapaknya  bernama Tunggul Ametung mantan Akuwu Tumapel sementara Ibunya adalah Kendedes. Setelah kematian Tunggul Ametung, Kendedes dinikahi oleh Ken Arok.

Anusapati adalah salah satu tokoh atau Raja Singasari yang kisah dan eksistensinya diceritakan dalam Naskah Negara Kertagama dan Pararaton. Dari kedua sumber tersebut terdapat perbedaan mengenai tahun pemerintahan Anusapati, Negara Kertagama menyebutkan bahwa Anusapati menjadi Raja Singasari dari tahun 1227-1248, sementara Pararaton menyatakan Anusapati memerintah dari tahun 1247-1249.

Selain perbedaan pada tahun pemerintahan Anusapati, rupanya juga didalam kedua naskah tersebut terdapat perbedaan-perbedaan lain, yaitu perbedaan mengenai bapaknya, sebab-sebab naiknya Anusapati menjadi Raja Singsari hingga kematiannya. Oleh Karena itu dalam penjelasan selanjutnya penulis akan menguraikan kisah mengenai Anusapati berdasarkan kedua naskah tersebut. Demikian pemaparannya.
anusapati

Anusapati menurut Negara Kertagama

Menurut naskah ini, Anusapati merupakan Putera Rangga Rajasa Sang Girinataputra, yaitu nama pendiri Singasari. Dengan keta lain naskah ini menjelaskan bahwa Anusapati merupakan anak dari Ken Arok, sebab dalam naskah ini tidak dikenal adanya tokoh yang bernama Tunggul Ametung.

Dalam Negara Kertagama dikisahkan bahwa Anusapati naik tathta pada tahun 1227 menggantikan ayahnya, pemrintahannya berjalan dengan tenang, seluruh tanah Jawa tentram dan tunduk padanya. Anusapati kemudian meninggal pada tahun 1248, selepas meninggal ia digantikan oleh putranya yang bernama Wisnuwhardana atau Rangghawuni. Untuk menghormati Anusapati maka didirikanlah Candi di Kidal, dan ia kemudian di puja sebagai Siwa.

Anusapati menurut Pararaton

Menurut naskah ini, Anusapati adalah Putera pasangan Tunggul Ametung dan Kendedes. Ayahnya dibunuh oleh Ken Arok, sewaktu dirinya masih berada dalam kandungan. Ken Arok kemudian menikahi kendedes, dan mengambil alih jabatan Tunggul Ametung yang kala itu menjadi Akuwu di Tumapel.

Pada tahun 1222 Ken Arok memberontak pada Kediri, dan mendirikan Kerajaan Tumapel atau Singasari, Pemberontakan tersebut berhasil mengalahkan Kediri yang sebelumnya sebagai Kerajaan yang menguasai Tumapel. Kala itu Kediri diperintah oleh Raja Kertajaya. Kemenangan Ken Arok melawan Raja Kertajaya karena dikisahkan Raja tersebut dibenci oleh para pemuka Agama, karena mengagap dirinya sebagai tuhan, sebagaimana Firaun dalam masa Musa As.

Baca Juga: Raja Kertajaya, Firaun dari Kerajaan Kediri

Anusapati dalam pararton dikisahkan sebagai anak yang kurang disayangi Ken Arok dibandingkan dengan saudara-saudaranya yang lain, ia pun kemudian mencari tahu mengenai asal-usulnya, ia mendesak kepada Ibunya, akhirnya ia pun mengetahui asal-usulnya bahwa ia rupanya bukan Putra Ken Arok, melainkan putra Tunggul Ametung yang dibunuh Ken Arok.

Kisah pembunuhan ayahnya yang diceritakan dari mulut ibunya sendiri itu kemudian mematik dendam yang membara pada dada Anusapati, ia pun kemudian berhasil memperoleh Keris Empu Gandring yang dahulu dipergunakan Ken Arok untuk membunuh ayahnya.

Anusapati kemudian menyuruh seorang pelayan yang berasal dari desa Batil untuk membunuh Ken Arok dengan keris itu, pembunuhan berlangsung ketika Ken Arok saat sedang makan malam. Stelah terbunuhnya Ken Arok di meja makan Istana, Anusapati kemudian merebut keris itu dan gantian membunuh sang Pelayan. Perbuatan tersebut ia lakukan demi untuk menghilangkan jejak. Peristiwa ini terjadi pada 1247 masehi.

Sepeninggal Ken Arok, Anusapati kemudian naik tahta, tapi lama kelamaan, anak Ken Arok dari Rahim selirnya yang bernama Kenumang mengetahui bahwa dalang pembunuhan ayahnya adalah Anusapati. Meskipun Anusapati menutupnya rapa-rapat.

Pada suatu ketika, Toh Jaya anak Ken Arok mengajak Anusapati bermain Sabung Ayam, karena gemar dengan permainan ini Anusapati tidak sedikitpun merasa curiga, ia pun kemudian dibunuh oleh toh Jaya, lagi-lagi pembunuhan tersebut dilakukan dengan Keris Empu Gandring. Tahun kewafatan Anusapati tersebut terjadi pada 1249. Sepeninggal Anusapati, Toh Jaya kemudian menjadi Raja Singsarai.

Berdasarkan kedua penjelasan kedua naskah di atas, dapatlah kita pahami bahwa kisah Anusapati didalam Negarakertagama cenderung singkat sementara dalam Pararton dikisahkan Panjang lebar. Selain itu dalam uraian kisah dari kedua nskah di atas dapat dipahami juga bahwa kisah didalam kedua naskah tersebut saling bertentangan.

Meskipun demikian pada akhirnya para Sejarawan merekonstruksi kisah Anuspati ini dari kedua sumber di atas, Para Sejarawan menduga bahwa Kisah Anusapati yang dikisahkan didalam Negara Kertagama adalah kisah yang membangga-banggakan Raden Wijaya [Pendiri Majapahit] mengingat Istri Raden Wijaya sendiri merupakan keturunan dari Ken Arok, sehingga kisah mengenai tragedi pembunuhan atau cacad dalam kisah nenek moyang Pendiri Majapahit itu dihilangkan.

Meskipun demikian, kisah dari Pararaton juga belakangan bertentangan dengan prasasti yang ditemukan, Sebagaimana yang terdapat dalam Prasasti Mula Malurung Tahun 1255 ternyata Tohjaya yaitu orang yang membunuh Anusapati ternyata merupakan Raja Kediri, bukan Raja Tumapel/Singsari.

Baca Juga: Kerajaan Singsari, Masa Pendirian, Kejayaan dan Keruntuhan1222-1292


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search