Biografi Prabowo Subianto

- Desember 17, 2018
Jendral Purnawirawan Prabowo Subianto Djojohadikusumo lahir di Jakarta pada 17 Oktober 1951, Dia adalah mantan Danjen Kopasus dan menantu dari Mantan Presiden Indonesia Soeharto.

Ayah kandung Prabowo adalah seorang begawan ekonomi Indonesia, Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo. Sementara itu Prabowo memiliki tiga saudara kandung yaitu Biantiningsih Djiwandono, Maryani Lc Maistre dan Hasim Suyono Djojohadikusumo. Keempat anak Soemitro ini lahir dan dibesarkan dikalangan intelektual, namun, keempatnya memilih titik pijak karir yang berbeda-beda.

Baca Juga: Silsilah Prabowo

Diantara semua saudaranya, Prabowo dikenal sebagai anak yang paling gemar mengoleksi dan membaca buku. Dari koleksi perpustakaan milik pribadi di kantor maupun dirumahnya, Prabowo paling menyukai buku tentang sejarah dan militer. Konon, ia selalu belanja banyak buku jika berpergian keluar negeri.

Masa kecil Prabowo memang lebih banyak dihabiskan di luar negeri seperti Singapura tiga tahun, Malaysia dua tahun, Hong Kong dua tahun, Swis dua tahun, Inggiris dua tahun dan di Inggris inilah Prabowo menyelesaikan sekolah menengahnya.

Berkat pengalaman hidup yang berpindah-pindah tersebut penguasaan terhadap bahasa asingnya Prabowo terbilang baik. Bahasa asing yang prabowo kuasaian diantaranya adalah bahasa Inggris, bahasa Prancis, bahasa Jerman, dan bahasa Belanda.

Prabowo menyelesaikan bangku sekolah menengahnya pada usia 16 tahun di American School di London, Inggris. Konon Prabowo terkenal rewel di kelasnya. Maka dari itu, ia di hukum dengan dinaikan kelasnya ke satu level yang lebih tinggi. Kemudian setelah lulus sekolah Prabowo di terima di tiga universitas di Amerika Serikat, salah satunya adalah Universitas Colorado.

Namun, karena usianya yang masih terlalu muda Soemitro mengusung Prabowo kembali ke tanah air dan memintanya menunda untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

Setelah kembali ketanah air justru mencuatkan cita-cita lama Prabowo, yaitu sekolah dibidang militer dan atas pendiriannya tersebut Prabowo pun melanjutkan sekolahnya di Akademi Militer Nasional (AMN), sebagai Taruna Akabri Darat Magelang. Prabowo menamatkan pendidikanya di AMN tahun 1974, seangkatan dengan Kolonel Syafrie Syamsudin, Kolonel Mahidin Simbolan dan Kolonel Eddi Budianto.

Di lingkungan kemiliteran karir Prabowo Subianto terbilang mulus, pada 1976 ia menjadi Komandan Peleton Grup I Kopasandha (nama lawas Kopasus). Setahun kemudian, naik menjadi Komandan Kompi di lingkungan Grup I kesatuan yang sama, Kompi Naggala 28, hingga tahun 1980.

Dalam beberapa oprasi militer Prabowo terbilang pernah beberapa kali menoreh keberhasilan. Pada oprasi militier tahun 1979, Prabowo beserta anak buahnya di batalion 744 berhasil membunuh Presiden dan Mentri Pretahanan Fretilin Nicolao Dos Reis Labato di Timur Timur. Ini pula yang membuat Prabowo mendapat kenaikan pangkat.

Pada 1990 jabatan Prabowo naik menjadi Perwira Oprasi di Grup I. Jabatan ini di embannya samapai Pada 1993, prabowo kembali ditugaskan di Kopasus (Komando pasukan khusus) dengan jabatan Pejabat Sementara Komandan Grup II Pusdik Kopasus. Tidak lama kemudian menjadi Komandan Grup III Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (Pusdikpasus).

Tahun 1994, kembali dipromosikan untuk mendampingi Brigjen Soebagyo Hari Siswoyo, yang saat itu menjabat Komandan Kopasus, sebagai wakil Komandan Kopasus. Hanya butuh waktu 14 bulan, Prabowo naik satu level lagi menggantikan komandannya, Soebagyo, yang dipromosikan menjadi Panglima Kodam IV/Diponogoro dan dua bintang di bahu Demikian karir militer Prabowo dan dia tercatat sebagai Jendral pertama alumni angkatan 1974 dan pada waktu itu Prabowo berusia 44 tahun.

Baca Juga: Biografi Joko Widodo


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search