Biografi Takmad Diningrat, Pendiri Suku Dayak Hindu-Budha Bumi Segandu Indramayu

- Desember 10, 2018
Nama asli dari pendiri Biografi Takmad Diningrat, Pendiri Suku Dayak Hindu-Budha Bumi Segandu Indramayu ini adalah “Paheran Takmad”.

Beliau kelahiran Indramayu tepatnya di desa legok, meskipun demikian tepat tahun kelhirannya tidak jelas. Namun menurut pengakuan yang berkembang Takmad umurnya sudah lebih dari 73 tahun. Dikalangan pengikutnya Takmad dipanggil “Pak Tua”

Takmad berasal dari keluarga yang sederhana, dari segi ekonomi dikategorikan kurang mampu dan belum pernah merasakan bangku sekolah hanya ikut pengajian pedesaan yang di dapat hanya ala kadarnya. Kondisi keluarga pak tua sangatlah kejawen, seperti melakukan ritual-ritual yang dilakukan dalam keseharian seperti nyuguh  pada malam jumat, serta ritual lain yang masih berlaku sebagai suatu kebudayaan di jawa.

Takmad adalah tokoh utama dan pendiri dari sebuah Padepokan Komunitas Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu. Beliau dulu hanyalah seorang tukang becak, kuli dan awak kapal yang berlabuh kemana-mana.

Dari kecil dia dididik untuk mandiri, karena ia dari kecil sudah hidup susah. Keluarga dari Takmad memiliki paham kejawen yang sangat kuat, seperti melaksanakan ritual-ritual yang berbau mistis jawa.

Pada saat remaja, Takmad melakukan Minang Seraya (berkelana) dari pelabuhan satu ke pelabuhan berikutnya, yang akhirnya di suatu tempat beliau bertemu dengan orang Aceh yang bernama Midun, ia salah satu guru silat dari aceh yang mengajarkan ilmu kepada Takmad.

Pada sekitar tahun 1960 sampai 1970-an Takmad berkelana di Jakarta tepatnya di Cilingcing - Jakarta Utara, ia menjadi jawara pencak silat dan berhak memegang kawasan, namun seorang Takmad lebih memilih untuk meninggalkan daerah kekuasaannya dan kembali ke kota kelahirannya Indramayu.

Kemudian di tahun 1974 Takmad menikahi seorang gadis yang bernama Sarini, ia asli gadis desa Krimun kecamatan Losarang, yang sekarang  dijadikan lokasi tempat padepokan Nyi Ratu Kembar, atau bisa disebut padepokan Suku Dayak Hindu Buda Bumi Segandu.

Padepokan itu berdiri tepat disamping rumah dari takmad, yang mana tanah pendepokan itu adalah pemberian dari mertuanya.

Peran Takmad Diningrat dalam sejarah terbentuknya komunitas kabatinan ini berawal dari perguruan Silat Serbaguna  yang didirikannya pada tahun 1973, ketika komunitas ini masih bernama Silat Serbaguna, Takmad memiliki visi untuk memberbaiki moral masyarakat yang melenceng, serta menjaga kelestarian lingkungan dan juga mengajarkan ilmu-ilmu kebatinan yang ia dapatkan dari gurunya.

Bukan hanya ilmu silat yang diajarkan oleh Takmad namun ia juga melakukan wejangan- wejangan terhadap problema yang dirasakan oleh masyarakat pada umumnya dan atas alasan inilah Takmad dianggap sebagai guru spiritualitas baik oleh para pengikut maupun masyarakat luas, bahkan ada yang mengagap Takmad adalah seorang dukun. Kelak Perguruan Silat Serbaguna itu kemudian diubah namanya menjadi “Suku Dayak Hindu-Budha Bumi Segandu”

Baca Juga: Sejarah Terbentuknya Suku Dayak Hindu-Budha Bumi Segandu Indramayu


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search