Riwayat Kerajaan Majapahit Timur

- Juni 14, 2019
Tidak hanya Pararaton, Kidung Harswijaya maupun Babad Ranggalawe saja yang mengabarkan pecahnya Majapahit, sehingga menjadi Majapahit Barat (Kedaton Kilen) dan Majapahit Timur (Kedaton Wetan), kabar China pun sepaham dengan sumber-sumber sejarah lokal tersebut.

Dalam Catatan Dinasti Ming, pada Tahun 1377 Masehi, mengabarkan ada dua Kerajaan Merdeka dari Jawa mengrim duta ke China, yaitu utusan kerajaan Majapahit barat dengan Rajanya yang bernama Wu-La-Po-Wu (Parbu Hayam Wuruk) dan Majapahit Timur yang dirajai oleh Loa-Wang-Chieh (Bhre Wengker/Wijayarajasa) (Siri Wintala Ahamd, 2018 hlm 68).

Dari kedua sumber sejarah, baik lokal maupun asing sebagaimana disebutkan dapatlah dimengerti bahwa Kerajaan Majapahit Timur dan Majapahit Barat benar-benar merupakan fakta sejarah.

Asal-Usul Terpecahnya Majapahit

Majapahit didirikan Raden Wijaya atas bantuan Aria Wiraraja, sebelum mendirikan Majapahit, Raden Wijaya berjanji pada Aria Wiraraja bahwa bilaman cita-citanya berhasil maka Aria Wiaraja akan dianugerahi setengah wilayah kerajaan.

Setelah persekutun antara Raden Wijaya dan Aria Wiraraja terjlin, rupanya cita-cita keduanya untuk mendirikan kerajaan berhasil, sebab Gelang-Gelang (Kediri) yang kala itu menjadi penguasa bekas wilyah Kerajaan Singasari dapat ditaklukan. 

Pada mulanya, Aria Wiraraja tidak begitu peduli dengan janji Raden Wijaya yang hendak membagi dua wilayah Kerajaan, iapun lebih senang kerjaan Majapahit yang didirikan Raden Wijaya utuh tanpa dibagi-bagi.

Sikap awal Aria Wiraraja yang menghendaki  1 Majapahit rupanya goyah ketika anaknya Ranggalawe dibunuh dengan keji oleh tentara Kerajaan Majapahit karena dianggap melakukan pemberontakan.

Baca Juga: Gugurnya Ranggalawe di Sungai Tambak Beras

Aria Wiraraja merasa sakit hati, sehingga ia kemudian menuntut janji Raden Wijaya.
Mulai selepas itu, Majapahit yang baru didirikan pada 1293 Masehi dibelah menjadi dua. 

Bagian barat kerajaan menjadi hak Raden Wijaya, sementara separuh wilayah dibagian timur menjadi hak Aria Wiraraja.

Menurut pendapat lain, wilayah Majapahit bagian barat masih tetap dinamai Majapahit, sementara wilayah bagian timurnya dinamai Kerajaan Lumajang Tigang Juru, wilayah kerajaan yang menjadi hak Aria Wiraraja kelak lebih dikenal dengan istilah Majapahit Timur.

Baca Juga: Aria Wiraraja Si Cerdik Yang Melenggang Menjadi Raja

Bersatunya Majapahit Barat dan Timur Zaman Jaya Negara

Kabar bersatunya kembali Kerajaan Majaphit dibawah satu raja didapat dari peristiwa penaklukan Lumajang oleh Jayanegara. 

Jaya Negara selaku Raja Majapahit kedua menaklukan Lumajang selepas Nambi, mantan Patih Majapahit berlindung di Lumajang.

Nambi dianggap mempersiapkan Lumajang yang kala itu kedudukannya sebagai pusat Ibukota Majapahit timur untuk merongrong kewibawaan Majapahit barat. Kekalahan Lumajang di zaman Jaya Negara dimaknai sebagai penyatuan kembali Majapahit.

Majapahit Kembali Terpecah

Setelah bersatunya kembali Majapahit zaman Jayanegara, riwayat Majapahit timur terbilang minim catatan.

Tahun 1376 Masehi Pararaton menyebutkan di Majapahit muncul gunung baru, oleh sejarawan dimaknai sebagai lahirnya kembali Majapahit timur yang merdeka dari Majapahit barat. Hal ini sesuai dengan kabar dari China yang menyatakan tahun 1377 utusan dari Majapahit barat dan timur mengirimkan utusan ke China. Kedua kerajaan dikabarkan merdeka. 

Perang Paregreg

Masa Prabu Hayam Wuruk (1376) yang ditandai sebagai lahirnya kembali Majapahit timur rupanya tidak mengangu hubungan kedua kerajaan, keduanya tercatat saling menghormati, sebab anak Hayam Wuruk (Bre Wirabumi) dikisahkan diasuh oleh Raja Majaphit timur bahkan dikawainkan dengan putrinya Nagarawardani.

Hubungan buruk Majapahit barat dan timur baru terjadi setelah kemangkatan Hayam Wuruk. Pertentangan antara kedua kerajaan bahkan menyebabkan perang dingin diantara keduanya. Perang berlarut-larut selama beberapa tahun. Perang ini kelak dikenal dengan nama perang Paregreg.

Baca Juga: Perang Paregreg dan Tewasnya 175 Utusan Kekaisaran China

Akhir Hayat Majapahit Timur

Perang Paregreg menimbulkan goncangan stabilitas ekonomi dan keamanan diantara dua kerajaan, akan tetapi diakhir kisah rupanya Majapahit barat memenagkan pertempuran, Ibukota Majapahit Timur dapat ditaklukan, sementara Wirabumi sendiri dipenggal kepalanya setelah sebelumnya tertangkap ketika melarikan diri.

Terbunuhnya Wirabumi menandai bersatunya kembali Kerajaan Majapahit. Maka selepas peristiwa itu Majaphit Timur musnah riwayatnya. 

Berkomentarlah yang terarah dan jelas agar dapat dipahami dan dibalas admin.
EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search